Wabup Mahyunadi Tekankan Peran Ormas dalam Visi Indonesia Maju 2045

Selasa, 18 November 2025 08:03 WITA
Kantor Bupati Kutim pada Sosialisasi Ormas

SANGATTA — Sosialisasi Ormas yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutai Timur di Ruang Meranti menghadirkan diskusi yang lebih dalam dari sekadar tata kelola organisasi.

Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, mengajak ratusan peserta untuk melihat peran Ormas sebagai bagian dari kekuatan strategis bangsa dalam menghadapi perubahan ekonomi global.

Dalam suasana santai yang kemudian berubah serius, Wabup mengulas persoalan besar yang selama puluhan tahun membayangi Indonesia: jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap.

“Negara berkembang seperti kita biasanya terjebak dalam middle income trap dan sulit keluar,” jelasnya pada Selasa (18/11/2025).

Ia menerangkan bahwa banyak negara maju memiliki kepentingan agar Indonesia tetap menjadi konsumen, bukan produsen.

Menurutnya, hal itu membuat perubahan fundamental sulit terjadi apabila masyarakat tidak solid.
Salah satu faktor yang turut memperberat kondisi tersebut adalah lemahnya persatuan nasional.

“Salah satu yang membuat kita terjebak adalah persatuan kita yang kurang bagus,” ucapnya.
Mahyunadi juga menyoroti bagaimana isu-isu kecil dapat dibesar-besarkan melalui framing media tertentu, hingga memicu kegaduhan nasional.

Ia mengajak masyarakat lebih waspada terhadap informasi yang dapat mengganggu stabilitas.

“Pertanyaannya, siapa yang mem-framing? Siapa yang biayai demo? Bisa jadi negara yang tidak ingin Indonesia maju,” ujarnya secara tegas.


Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran membawa visi besar untuk mengakselerasi Indonesia menjadi negara industri melalui hilirisasi. Program tersebut dinilai sebagai jalan

keluar dari ketergantungan pada ekspor bahan mentah.
“Pak Prabowo dan Pak Gibran tidak ingin lagi kita menjual barang mentah. Hilirisasi adalah masa depan,” tegasnya.


Untuk mendukung transformasi tersebut, ia menyebut Ormas sebagai elemen penting masyarakat sipil yang mampu menyampaikan informasi secara benar dan dekat dengan warga.


“Ormas lahir dari masyarakat. Suara mereka lebih didengar oleh masyarakat,” katanya.


Wabup juga menekankan bahwa Ormas tidak hanya memiliki hak untuk menyampaikan kritik, tetapi juga kewajiban menjaga ketenangan sosial dan menghindari tindakan provokatif.


“Silakan sampaikan kritik, bahkan langsung ke saya. Yang penting jangan provokasi,” ungkapnya.


Dalam kesempatan itu, Mahyunadi turut mengapresiasi beberapa Ormas yang telah berkontribusi nyata, terutama dalam program ketahanan pangan dan kolaborasi CSR yang berdampak langsung bagi masyarakat.


“Ini bukti bahwa Ormas bisa memajukan daerah,” tambahnya.


Ia menutup sambutannya dengan optimisme bahwa Indonesia dapat mencapai visi besar menuju negara maju pada 2045, asalkan seluruh elemen bangsa tetap solid dan berjalan seirama.


“Kalau kita solid dan bersatu, kita punya peluang besar menjadi negara maju,” pungkasnya. (ADV)

Bagikan:
Berita Terkait