Wabup Kutim Mahyunadi Targetkan Festival Pesona Budaya Jadi Magnet Wisata Nasional

Jumat, 21 November 2025 11:07 WITA
Suasana Festival Pesona Budaya


SANGATTA — Festival Pesona Budaya 2025 kembali digelar dengan semangat besar untuk menjadikan Kutai Timur sebagai pusat perayaan keberagaman etnis.


Dalam pembukaan acara tersebut, Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menegaskan bahwa festival ini tidak hanya sekadar agenda daerah, tetapi memiliki potensi berkembang menjadi daya tarik budaya tingkat nasional.


Suasana pembukaan berlangsung penuh warna, menggambarkan kekayaan budaya yang hidup berdampingan di Kutai Timur. Mahyunadi menyoroti keunikan ini sebagai modal penting untuk mengangkat citra daerah.


“Semuanya lengkap Kutai, Nayak, Banjar, Jawa, Bukis, Ambon dan banyak lagi yang lainnya,” ujarnya santai pada Jum’at (21/11/2025).


Menurutnya, keberagaman tersebut memberikan Kutai Timur kekuatan identitas yang jarang dimiliki daerah lain.


Ia menilai masyarakat setempat sangat diuntungkan karena bisa menikmati berbagai pertunjukan seni dari banyak daerah tanpa harus bepergian jauh.


“Kita nonton Reog di sini,” tambahnya sebagai contoh.


Mahyunadi menilai bila festival dikemas lebih modern dan terus berlanjut setiap tahun, Kutai Timur berpeluang menjadi pusat wisata budaya yang diperhitungkan.


Ia menyebut festival harus mampu berkembang mengikuti selera generasi muda agar tradisi tetap hidup dan tidak kehilangan ruang.


Dari sisi ekonomi, Mahyunadi menegaskan bahwa festival ini juga berfungsi sebagai etalase bagi UMKM lokal.
Pelaku usaha dapat memanfaatkan keramaian festival untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas jaringan pasar.


Pemerintah daerah ingin, seiring majunya festival, UMKM pun ikut terdorong naik kelas.
Menurutnya, sinergi budaya dan ekonomi akan memperkuat branding Kutai Timur sebagai kota budaya dengan potensi ekonomi kreatif yang terus tumbuh.


Dalam bagian sambutannya, Mahyunadi juga mengingatkan agar keberagaman tetap dijaga melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan menjaga suasana sosial yang kondusif.


Ia memandang harmoni antarsuku sebagai fondasi yang harus tetap dirawat agar festival berjalan damai dan menyenangkan.


Resmi membuka festival, Mahyunadi berharap penyelenggaraan tahun ini menjadi batu loncatan menuju acara yang lebih besar, lebih dikenal, dan mampu mengangkat Kutai Timur ke panggung budaya nasional. (ADV)

Bagikan:
Berita Terkait