UMKM Lokal Dipastikan Tetap Ramaikan Festival Erau 2025 Meski Kuota Terbatas

Minggu, 31 Agustus 2025 08:18 WITA

Kurawal,id, Tenggarong – Festival Erau 2025 tak hanya dinanti sebagai pesta budaya dan hiburan rakyat, tetapi juga menjadi ruang strategis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kutai Kartanegara (Kukar) untuk memperkenalkan produk unggulannya.

Namun, keterbatasan jumlah tenan membuat Dinas Koperasi dan UKM Kukar harus menyiapkan mekanisme khusus agar lebih banyak pelaku usaha lokal tetap bisa berpartisipasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskop-UKM Kukar, Taufik Zulfiannur, menegaskan pihaknya berkomitmen memberi kesempatan seluas-luasnya bagi UMKM, meski kuota tenan tidak sebanding dengan jumlah pelaku usaha yang ingin ikut serta.

“Memang jumlahnya terbatas. Nanti kami coba padukan, misalnya pelaku UMKM kue tradisional digabung, kerajinan dengan ekraf, atau bahkan dibuat sistem selang-seling harian. Tujuannya supaya semua tetap bisa ikut meramaikan,” jelas Taufik, Minggu (31/8/2025).

Menurutnya, keterbatasan ini bukan berarti mengurangi semangat promosi produk lokal. Justru dengan sistem penggabungan, kolaborasi antar pelaku usaha bisa terjalin.

Satu tenda di luar arena, misalnya, bisa menampung dua hingga tiga UMKM sekaligus, sehingga sekitar 30 pelaku usaha bisa difasilitasi.

Sedangkan untuk area dalam arena, seleksi akan lebih ketat dengan mempertimbangkan kualitas produk dan daya tarik pengunjung.

Taufik berharap pelaku UMKM memahami kondisi keuangan daerah yang saat ini sedang mengalami defisit. Hal itu berdampak pada keterbatasan fasilitas yang dapat diberikan.

“Kami akan tetap melakukan pembinaan bagi UMKM yang tidak tertampung dalam tenan Erau, termasuk berkoordinasi dengan perangkat daerah lain,” tambahnya.

Selain itu, Diskop-UKM akan menggandeng event organizer (EO) yang menjadi mitra penyelenggara Erau 2025. Melalui kerja sama ini, diharapkan akan ada ruang tambahan bagi pelaku usaha yang belum terakomodir.

“Kita bekerja sama dengan EO. Kalau ada slot tambahan yang memungkinkan pelaku UMKM bisa masuk, tentu akan kita akomodir,” ungkapnya.

Festival Erau memang dikenal sebagai etalase produk lokal. Ribuan pengunjung, baik dari Kukar maupun daerah lain, diperkirakan hadir untuk menyaksikan rangkaian acara budaya.

Momen ini diyakini menjadi kesempatan emas bagi UMKM untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan identitas produk khas daerah.

Dengan strategi pemerataan, Diskop-UKM ingin memastikan bahwa tidak hanya UMKM besar atau yang sudah mapan yang mendapat kesempatan, tetapi juga pelaku usaha kecil, pemula, bahkan pengrajin tradisional.

Pola ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kolaborasi antar-UMKM, bukan sekadar persaingan.

Taufik juga menekankan, meskipun fasilitas terbatas, pemerintah daerah tetap konsisten mendorong UMKM naik kelas.

Salah satu caranya melalui pembinaan berkelanjutan, baik sebelum maupun sesudah festival. Dengan begitu, meski tidak semua bisa mengisi tenda Erau, para pelaku usaha tetap mendapat ruang pengembangan melalui kanal lain.

Dengan pendekatan ini, Festival Erau 2025 diharapkan tidak hanya menjadi pesta budaya, tetapi juga motor penggerak ekonomi rakyat.

Partisipasi UMKM lokal bukan sekadar meramaikan acara, melainkan menunjukkan bahwa ekonomi kreatif di Kukar mampu bersaing dan berkembang dalam keterbatasan sekalipun. (*)

Bagikan:
Berita Terkait