Uji Coba Patroli Siang, Satpol PP Kutim Awasi Pelajar Keluyuran

Senin, 17 November 2025 11:12 WITA
Satpol PP Kutai Timur patroli pelajar yang kluyuran.

SANGATTA — Satpol PP Kutai Timur mulai melakukan uji coba penambahan titik patroli siang untuk memantau aktivitas pelajar yang berada di luar sekolah pada jam belajar.

Langkah ini diambil menyusul meningkatnya laporan masyarakat tentang pelajar yang nongkrong di taman, kios, hingga kawasan Bukit Pelangi saat seharusnya berada di kelas.

Ketua Satpol PP Kutim, Fata Hidayat, mengatakan bahwa fenomena ini perlu mendapat penanganan serius, meski tidak semua kasus dapat langsung dikategorikan sebagai pelanggaran.

“Kadang mereka pulang cepat, tapi kadang juga memang bolos. Itu yang harus dipilah,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Karena itu, patroli siang mulai diarahkan ke titik-titik yang sering menjadi tempat berkumpulnya pelajar.

Petugas diminta mengedepankan pendekatan preventif dan komunikatif, bukan tindakan keras.

“Kami tidak mau langsung menegur keras, kami tegur baik-baik dulu,” jelas Fata.

Ia mengingatkan bahwa jika fenomena ini dibiarkan tanpa pengawasan, dikhawatirkan dapat memicu masalah baru seperti pergaulan bebas, balap liar, hingga penggunaan area publik untuk aktivitas yang tidak produktif.

Sebagai langkah mitigasi, Satpol PP juga memperkuat koordinasi dengan sekolah.

Jika ditemukan pelajar berkeliaran, petugas akan langsung menghubungi pihak sekolah untuk memastikan status mereka, apakah mendapat izin pulang atau memang membolos.

Langkah ini diambil agar tidak terjadi salah paham antara petugas, siswa, dan pihak sekolah. Fata menegaskan bahwa tujuan utama patroli bukanlah menghukum pelajar.

“Tujuan kami mengingatkan. Jam sekolah ya harus digunakan untuk belajar,” tegasnya.

Program patroli siang ini menjadi tahap awal sebelum operasi pelajar diberlakukan penuh pada 2026.

Jika uji coba berjalan efektif, pola patroli akan diperluas ke lebih banyak kecamatan dan titik rawan.

Selain fokus pada pelajar, uji coba patroli siang ini juga akan menyasar tempat usaha yang masih melanggar aturan jam operasional.

Dengan demikian, patroli siang dapat berjalan lebih komprehensif dan menyentuh berbagai aspek ketertiban umum.

Fata berharap masyarakat turut berperan dengan melapor jika melihat pelajar berkeliaran pada jam sekolah.

“Pendidikan itu tidak hanya tugas sekolah, tapi tugas semua pihak,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait