KURAWAL.ID,TENGGARONG – Tahun 2026 menjadi salah satu periode paling padat bagi dunia olahraga di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Tiga agenda berskala provinsi sudah menunggu di depan mata, membuat Dispora Kukar mulai menyiapkan strategi pendanaan khusus agar seluruh kebutuhan atlet dapat terpenuhi secara optimal.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menegaskan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi tiga event utama yang membutuhkan dukungan penuh pemerintah daerah.
Ketiganya adalah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim, Pekan Olahraga Kabupaten Korpri (Porkab Korpri) yang digelar di Kutai Timur, serta Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov).
“Tahun depan, ada tiga event daerah yang harus kita siapkan anggarannya, yakni Porprov, Porkab Korpri, dan Peparprov,” ujar Ali.
Menurutnya, kebutuhan pendanaan tidak sebatas biaya keberangkatan atlet. Ada sejumlah komponen penting yang juga harus dihitung secara rinci agar persiapan berjalan maksimal.
Mulai dari uang saku atlet, biaya perjalanan, akomodasi, perlengkapan tanding, seragam kontingen, hingga dukungan logistik selama masa kompetisi.
Ia menegaskan bahwa penyusunan anggaran harus dilakukan secara teliti dan realistis, mengingat beban pembiayaan akan meningkat akibat banyaknya agenda kompetisi yang berlangsung dalam waktu berdekatan.
“Perhitungan yang matang diperlukan supaya tidak ada kebutuhan atlet yang terabaikan. Kita ingin keberangkatan kontingen benar-benar siap dari sisi pendanaan,” jelasnya.
Dispora Kukar juga akan melakukan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyusun skema pembiayaan yang efisien.
Aji Ali menilai, sinergi antar-OPD sangat penting agar beban anggaran tidak hanya bertumpu pada Dispora semata.
“Karena itu, kami akan duduk bersama OPD terkait untuk membahas mekanisme pembiayaan agar lebih efisien,” katanya.
Selain koordinasi dengan OPD, komunikasi dengan KONI Kukar, NPCI, serta pengurus cabang olahraga juga direncanakan intensif.
Tujuannya untuk memastikan data kebutuhan atlet seakurat mungkin—mulai dari jumlah atlet yang berpotensi lolos hingga estimasi kebutuhan perlengkapan cabang olahraga masing-masing.
Aji Ali menyebut, persiapan anggaran sejak dini merupakan langkah penting untuk menghindari keterlambatan penganggaran yang bisa berdampak pada performa atlet.
“Kita ingin semua proses selesai jauh sebelum keberangkatan, sehingga atlet hanya fokus pada latihan dan persiapan mental,” tambahnya.
Dispora juga terus mendorong cabang olahraga untuk memetakan kekuatan sejak sekarang. Dengan prediksi jumlah peserta yang lebih terukur, penyusunan anggaran bisa lebih tepat sasaran.
Di sisi lain, tahun 2026 juga menjadi momentum untuk melihat hasil pembinaan atlet yang selama ini dilakukan melalui berbagai program Dispora. Mulai dari pembinaan klub, pelatihan wasit dan pelatih, hingga kegiatan peningkatan kapasitas atlet muda.
“Event besar seperti ini selalu menjadi ajang evaluasi sejauh mana pembinaan kita berjalan. Karena itu, dukungan anggaran menjadi bagian dari komitmen kita dalam meningkatkan prestasi daerah,” ucap Ali.
Dengan tiga event besar yang berlangsung dalam satu tahun, Kukar diproyeksikan mengirim ratusan atlet dari berbagai cabang olahraga.
Persiapan matang sejak awal menjadi kunci agar Kukar bisa tampil maksimal di ajang Porprov, Porkab Korpri, dan Peparprov 2026.
Aji Ali berharap dukungan penuh dari semua pihak dapat membuat Kukar kembali menjadi salah satu kekuatan olahraga di Kalimantan Timur.
“Ini kerja bersama. Dengan perencanaan yang matang, kita optimistis atlet Kukar mampu tampil kompetitif dan membawa pulang hasil terbaik,” tutupnya. (ADV)





