KURAWAL.ID,TENGGARONG — Upaya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) dalam mendorong kemandirian ekonomi generasi muda semakin menunjukkan hasil signifikan.
Program Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM), yang digagas sejak 2020, telah mencatat capaian besar dengan memberdayakan lebih dari 2.000 peserta dari berbagai kecamatan di Kukar.
Angka ini menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya berjalan efektif, tetapi juga mendapat respons luar biasa dari kalangan pemuda.
Kabid Kepemudaan dan Kewirausahaan Dispora Kukar, Dery Wardhana, menyampaikan bahwa antusiasme yang terus meningkat dari tahun ke tahun menjadi bukti kuat tingginya minat pemuda Kukar untuk mengembangkan keterampilan berwirausaha secara mandiri.
“Sejak berdiri, Klinik WPM sudah memberikan peningkatan kapasitas kepada lebih dari 2.000 peserta. Ini menunjukkan program ini mendapat respon sangat positif dan mampu menjangkau pemuda di seluruh wilayah Kukar,” ujarnya.
Dery menjelaskan bahwa sejak tahun pertama pelaksanaannya, jumlah peserta terus mengalami peningkatan.
Hal ini dipicu oleh metode pelatihan yang praktis, materi yang relevan dengan kebutuhan pasar, serta pendampingan yang berkelanjutan.
Klinik WPM tidak hanya menyasar pemuda yang baru memulai usaha, tetapi juga pelaku usaha mikro yang ingin meningkatkan keterampilan manajemen, pemasaran, hingga branding.
“Peningkatan jumlah peserta setiap tahun menandakan bahwa para pemuda semakin tertarik mengembangkan usaha, baik secara mandiri maupun dalam bentuk kolaborasi,” katanya.
Dispora Kukar menerapkan pendekatan pelatihan bertahap yang mencakup:
- Pelatihan inti (kewirausahaan dasar, peningkatan usaha, digital marketing, hingga pelatihan tematik).
- Pendampingan usaha, termasuk konsultasi perkembangan bisnis peserta.
- Sharing usaha di kecamatan, wadah berbagi pengalaman sesama pelaku usaha muda.
- Pembinaan rutin berkelanjutan, memastikan peserta tidak berhenti di tengah jalan.
Model ini membuat peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga kemampuan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam bisnis mereka.
“Kegiatan seperti sharing usaha sangat efektif. Pemuda bisa belajar dari kisah nyata pelaku usaha lain yang telah lebih dulu bertahan,” tambah Dery.
Dari data yang dihimpun sejak 2020, sektor kuliner menjadi bidang usaha yang paling banyak diminati peserta, mencapai sekitar 50 persen dari total.
Usaha makanan ringan, minuman kekinian, hingga kuliner lokal menjadi pilihan favorit pemuda Kukar untuk memulai bisnis.
Selain kuliner, sektor kriya, fesyen, hingga usaha berbasis digital dan kreatif juga mulai berkembang signifikan dalam tiga tahun terakhir.
Dengan semakin banyaknya pemuda yang dibekali wawasan dan keterampilan berwirausaha, Dispora Kukar menilai program WPM menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Para alumni WPM kini banyak yang sudah memiliki usaha mandiri, membuka lapangan kerja kecil, hingga memperluas jaringan pemasaran di tingkat lokal maupun digital.
“Melalui program berkelanjutan seperti Klinik WPM, pemerintah daerah berupaya mencetak generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing sehingga mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Keberhasilan mencapai lebih dari 2.000 peserta hanya menjadi langkah awal. Dery menegaskan bahwa Dispora Kukar akan memperkuat materi, metode, dan cakupan WPM pada tahun mendatang.
Langkah-langkah penguatan yang direncanakan antara lain:
- Penambahan modul pelatihan berbasis digital marketing lanjutan
- Peningkatan pendampingan usaha selama 6–12 bulan
- Penyebaran program ke lebih banyak kecamatan
- Membuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri kreatif lokal
“Kami ingin memastikan bahwa pemuda Kukar terus berkembang dan punya peluang besar untuk sukses melalui dunia usaha,” jelasnya.
Dengan program yang semakin matang dan dukungan peserta yang terus bertambah, Klinik WPM Dispora Kukar menjadi salah satu role model pengembangan wirausaha pemuda di Kalimantan Timur.
Dispora Kukar optimistis, ribuan pemuda yang telah dibina akan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif menuju Kukar yang lebih mandiri dan berdaya saing. (ADV)





