SANGATTA — Satpol PP Kutai Timur memperketat pengamanan aset daerah menyusul laporan kerusakan sejumlah fasilitas umum, mulai dari taman, lampu jalan, hingga bangunan pemerintah yang dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Langkah ini dianggap penting untuk mencegah kerugian yang pada akhirnya akan kembali ditanggung masyarakat.
Ketua Satpol PP Kutim, Fata Hidayat, menegaskan bahwa pengamanan aset publik merupakan tugas strategis yang sering kali tidak terlihat, namun memiliki dampak besar terhadap kenyamanan dan pelayanan kepada warga.
“Kalau aset tidak dijaga, kerugiannya kembali ke masyarakat juga,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Menurut Fata, sebagian besar kerusakan bukan terjadi karena usia bangunan, melainkan akibat perilaku masyarakat yang tidak menjaga fasilitas umum.
Ada lampu jalan yang sengaja dipukul, taman yang diinjak-injak, hingga bangunan publik yang dicoret-coret.
Untuk itu, Satpol PP telah berkoordinasi dengan OPD teknis guna memastikan titik rawan mendapatkan pengawasan ekstra.
Petugas ditempatkan pada jam-jam tertentu di lokasi strategis, terutama yang sering dilaporkan mengalami kerusakan.
Fata menyebutkan bahwa sejumlah aksi perusakan terjadi pada malam hari, sehingga Satpol PP meningkatkan volume patroli malam, khususnya di titik gelap atau area yang minim pencahayaan.
“Ada fasilitas yang rusak bukan karena tua, tapi dirusak. Itu yang kami jaga,” tegasnya.
Selain menambah pengamanan fisik, Satpol PP juga aktif melakukan edukasi di sekolah dan kegiatan masyarakat.
Menurut Fata, membangun budaya menjaga bersama jauh lebih efektif daripada hanya mengandalkan penegakan.
Warga juga didorong untuk berperan aktif.
Satpol PP meminta masyarakat segera melapor jika melihat tindakan merusak fasilitas umum agar bisa ditindaklanjuti lebih cepat.
Beberapa kecamatan tercatat mengalami peningkatan kasus kerusakan, membuat aset seperti sport center, taman kota, dan fasilitas bermain anak menjadi prioritas utama dalam pengawasan.
Fata berharap strategi pengamanan ini dapat menekan angka perusakan aset daerah.
“Aset ini dibangun dengan uang rakyat, jadi tolong dijaga,” pungkasnya. (Adv)





