SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) semakin serius memperkuat fondasi konektivitas daerah melalui pengembangan infrastruktur transportasi.
Salah satu agenda besar yang dianggap paling strategis adalah rencana perpanjangan runway Bandara KPC Sangatta—fasilitas vital yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas industri dan masyarakat.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim mendapat mandat sebagai koordinator utama untuk memastikan perluasan bandara sejalan dengan arah pembangunan daerah.
Peran ini menjadi krusial karena Bandara KPC, meski dimiliki swasta, memegang posisi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kutim.
Kepala Dishub Kutim, Poniso Suryo Renggono, menyampaikan bahwa komunikasi intensif dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC) terus dilakukan guna menyelaraskan desain teknis, aspek regulasi, hingga dampak sosial ekonomi dari proyek tersebut.
“Dishub berperan memastikan seluruh proses yang dilakukan KPC sejalan dengan arah pembangunan daerah. Koordinasi ini penting karena proyek bandara punya dampak luas,” ujar Poniso pada Senin (17/11/2025).
Ia menegaskan, pembahasan tidak hanya berkutat pada rancangan teknis perpanjangan runway, tetapi juga menyangkut perizinan, tata ruang, dan peluang ekonomi yang akan muncul setelah bandara memiliki kapasitas lebih besar.
Dengan runway yang lebih panjang, pilihan pesawat yang dapat dilayani semakin beragam, dan mobilitas barang serta penumpang akan semakin efisien.
Menurut Poniso, pengembangan runway akan menjadi katalis bagi sektor-sektor unggulan Kutim. Industri pertambangan, logistik, dan pariwisata diperkirakan menjadi sektor yang paling terdampak secara positif.
Bandara dengan kapasitas yang lebih besar juga membuka peluang bagi konektivitas antardaerah dan kemungkinan rute baru.
Meski proyek ini berada sepenuhnya di bawah kewenangan KPC, Pemkab Kutim memastikan seluruh proses berjalan dalam koridor aturan dan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.
“Selama semua mengacu pada aturan dan memberi manfaat bagi masyarakat, kami siap mendukung penuh,” tegasnya.
Poniso menambahkan, kolaborasi dengan sektor swasta merupakan model ideal dalam percepatan pembangunan infrastruktur besar.
Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri, sehingga kerja sama seperti ini akan menjadi penopang penting dalam transformasi transportasi di Kutai Timur.
Dengan komunikasi yang solid antara pemerintah dan KPC, ia optimistis pengembangan bandara Sangatta akan menjadi lompatan besar yang memperkuat posisi Kutim sebagai wilayah yang semakin terbuka, kompetitif, dan siap menyambut investasi baru. (Adv)





