KURAWAL.ID,TENGGARONG — Popularitas olahraga pickleball di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, kini benar-benar melejit.
Olahraga asal Amerika Serikat yang terbilang baru di Indonesia ini tidak hanya diminati masyarakat, tapi juga berhasil melahirkan atlet-atlet berprestasi hingga level dunia.
Di balik pesatnya perkembangan ini, ada peran besar Hj. Nurul Huda—Ketua Pickleball Kukar—yang sejak awal menjadi penggerak utama dan membangun fondasi olahraga ini dari nol.
“Perkembangannya luar biasa. Pickleball mudah dimainkan dan menyenangkan, bisa diikuti siapa saja tanpa batas usia,” ujarnya.
Meski baru dikenalkan di Indonesia sejak 2019 dan masuk Kukar pada 2021, antusias masyarakat terus meningkat. Bahkan kini, pickleball menjadi salah satu cabor dengan perkembangan tercepat di Kukar.
Awal mula tumbuhnya pickleball di Kukar justru dimulai dari lapangan kecil yang dibangun Hj. Nurul secara pribadi di depan Kolam Renang Junjung Buyah—setelah mendapat izin dari Dispora Kukar.
“Awalnya kami hanya berempat. Saya ajak orang yang menonton untuk mencoba. Dari situ mulai berkembang,” katanya.
Tak butuh waktu lama, jumlah pemain bertambah pesat. Kegiatan internal mulai rutin digelar, termasuk turnamen Pickleball Gembira dan Cup Kukar pada 2022–2023.
Bahkan pada Oktober 2023, Kukar menggelar turnamen nasional dengan 1.021 peserta dan 27 lapangan pertandingan.
Saat ini, sekitar 30 atlet muda U30 dibina secara intensif. Prestasi Pickleball Kukar juga menembus ajang internasional.
Pada World Pickleball Championship (WPC) 2022 di Bali, Kukar meraih juara 3 kategori ganda U50, bersaing dengan atlet dari Australia dan Singapura.
Tak berhenti di sana—prestasi gemilang kembali hadir melalui atlet muda Kukar, Aqilah, yang meraih 3 medali emas di ajang WPC U18 2025. “Ini bukti bahwa anak-anak Kukar punya potensi besar,” tegas Hj. Nurul.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, memberikan apresiasi atas pesatnya perkembangan pickleball dan prestasi atlet-atlet Kukar di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami bangga melihat bagaimana pickleball berkembang begitu cepat di Kukar, apalagi dengan munculnya atlet muda yang mampu bersaing di level internasional. Ini menunjukkan potensi luar biasa,” ujarnya.
Aji Ali menegaskan, Dispora Kukar siap memperkuat dukungan agar pembinaan pickleball ke depan lebih terstruktur.
“Dispora tentu ingin ikut terlibat lebih jauh. Ke depan, pembinaan pickleball harus mendapat ruang yang jelas, terutama setelah melihat hasil-hasil yang sangat membanggakan ini,” tuturnya.
Ia berharap prestasi Kukar bisa menjadi dorongan agar pickleball segera masuk sebagai cabang olahraga resmi di PON. “Kalau nanti pickleball sudah sah jadi cabor resmi PON, atlet Kukar pasti punya peluang emas di sana,” tegasnya.
Dengan akhir masa kepengurusan 2021–2025, Hj. Nurul berharap muncul pengurus baru yang dapat membawa Pickleball Kukar lebih maju dan profesional.
“Saya sudah empat tahun membangun ini dengan dana pribadi. Saya berharap pengurus berikutnya punya dedikasi dan jiwa sosial tinggi,” ucapnya.
Ia juga mendorong agar pickleball segera menjadi cabang resmi PON agar para atlet muda Kukar memiliki jalur prestasi yang lebih jelas.
“Kami ingin pickleball bukan hanya jadi eksibisi, tapi resmi dipertandingkan di PON. Ini penting untuk masa depan atlet kita,” tegasnya. (ADV)





