KURAWAL.ID,TENGGARONG — Tanpa benturan, tanpa saling tabrak, tanpa risiko cedera berat—itulah pesona olahraga asal Swiss bernama tchoukball yang kini membuat pelajar di Kutai Kartanegara (Kukar), terutama di Kecamatan Muara Jawa, ketagihan.
Gerakannya cepat, aturannya sederhana, dan permainannya atraktif, menjadikan cabor yang terbilang baru ini cepat menarik minat generasi muda.
Ketua Persatuan Tchoukball Seluruh Indonesia (PTBSI) Kukar, Irfan Setiawan, mengatakan bahwa animo pelajar terhadap olahraga ini sangat tinggi sejak pertama kali diperkenalkan.
“Alhamdulillah, di Kukar sendiri sudah mulai berkembang. Saat ini sebagian besar atlet masih dari wilayah Muara Jawa, kami sedang berupaya terus untuk mengembangkan ke daerah lain di Kukar,” ujar Irfan.
Tchoukball pertama kali masuk ke Kukar pada Januari 2025, bermula dari sekolah-sekolah SD dan SMP di Kelurahan Muara Kembang. Irfan mengaku sangat terkejut melihat respons pelajar yang begitu cepat menerima olahraga ini.
“Karena olahraga ini kan non kontak fisik, jadi minim benturan dan kecil risiko cedera. Karena itu banyak yang tertarik, terutama dari kalangan perempuan yang biasanya lebih dibatasi oleh orang tuanya untuk ikut olahraga,” jelasnya.
Tchoukball mirip handball, tetapi menggunakan frame khusus sebagai sasaran utama, bukan gawang.
“Secara singkatnya kita harus melempar atau shoot ke frame tersebut, jika bola itu jatuh di luar lingkaran dan tidak bisa ditangkap lawan, maka kita akan mendapatkan poin,” terangnya.
Karena mudah dipahami, materi teknik dasar pun cepat dikuasai pelajar. Tidak butuh waktu lama, komunitas kecil pun terbentuk di sekolah-sekolah setempat.
Meski baru berkembang awal tahun ini, prestasi atlet tchoukball Kukar justru cukup mencolok. Saat ini ada 45 atlet aktif, mayoritas dari Muara Jawa, dan beberapa di antaranya telah menembus ajang nasional serta internasional.
“Atlet kami pernah meraih perak di Kejurnas Tchoukball di Jakarta. Ada juga atlet asal Muara Jawa yang mewakili Timnas Indonesia di Tchoukball World Beach Championship di Bali,” ungkap Irfan bangga.
Saat ini, Tchoukball Kukar masih berada di bawah payung KORMI, namun PTBSI Kaltim sedang mengupayakan agar cabor ini bisa masuk KONI agar dapat tampil di Porprov hingga PON.
Harapan Dispora Kukar
Perkembangan pesat tchoukball mendapat respon positif dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengapresiasi munculnya minat besar terhadap cabor yang belum lama dikenal di Indonesia ini.
“Tchoukball ini punya karakter yang sangat cocok untuk pelajar. Aman, menyenangkan, dan punya potensi prestasi. Kami senang melihat anak-anak Kukar begitu antusias,” ujarnya.
Aji Ali menegaskan bahwa Dispora Kukar siap mendukung pengembangan tchoukball di Kukar, mulai dari agenda pelatihan, perluasan sebaran ke kecamatan lain, hingga persiapan kompetisi.
“Kalau pembinaannya rapi dan minatnya terus bertambah, kami ingin tchoukball jadi salah satu cabor yang berkembang pesat di Kukar. Bahkan jika nanti masuk KONI, peluang tampil di Porprov sangat terbuka,” tambahnya.
Ia juga berharap tchoukball dapat menjadi ruang baru bagi pelajar yang sebelumnya kurang tertarik pada olahraga dengan kontak fisik tinggi.
“Semoga olahraga ini bisa menjadi jalan lahirnya banyak atlet baru dari Kukar. Kami ingin jumlah cabor unggulan Kukar bertambah, dan tchoukball berpotensi jadi salah satunya,” tegasnya. (ADV)





