Sekolah Rakyat di Kutai Timur Diproyeksikan Jadi Pusat Layanan Belajar Terpadu

Jumat, 21 November 2025 08:32 WITA
Ilustrasi Sekolah Rakyat (Copilot AI)


SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus memperkuat fondasi pendidikan inklusif.

Salah satu langkah terbarunya adalah menyiapkan lahan khusus untuk pembangunan Sekolah Rakyat, sebuah program kolaborasi dengan Kementerian Sosial yang dirancang untuk mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera.

Dalam penjelasannya, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengatakan bahwa lokasi sekolah telah melalui proses kajian awal dan kini menunggu persetujuan final.

Dua titik dipertimbangkan, yakni Jalan AMD dan Jalan Simono.

“Saya minta dibangun di Jalan AMD karena meski tingkat kesulitannya tinggi ini lebih tepat untuk percepatan layanan pendidikan,” ujarnya pada Senin (21/11/2025).

Bupati menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat sangat strategis, terutama di daerah yang memiliki populasi tidak merata.

Dengan konsep satu pintu untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA, sekolah ini diyakini mampu menjangkau anak-anak yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan konvensional.

Ia juga menugaskan Dinas Sosial untuk terus berkoordinasi dengan Kemensos agar pembangunan segera dimulai.

Menurutnya, proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi langkah afirmatif untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal.

Bupati turut menyoroti fenomena keluarga pendatang yang datang tanpa tempat tinggal tetap dan bekerja di sektor informal.

Kelompok ini kerap memiliki anak usia sekolah yang rentan tidak terjangkau layanan pendidikan.

Ia menegaskan bahwa kondisi ekonomi ataupun profesi orang tua tidak boleh menjadi penghalang hak anak untuk belajar.

Pemerintah daerah, katanya, wajib memastikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh warga.


Dengan kesiapan lahan, Kutai Timur menunjukkan komitmen kuat untuk menciptakan ruang pendidikan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sekolah Rakyat diharapkan menjadi pusat layanan belajar terpadu bagi keluarga tidak mampu maupun pendatang baru.

Bupati optimistis bahwa fasilitas tersebut akan menjadi salah satu tonggak penting dalam mendorong pemerataan pendidikan di Kutai Timur, sekaligus mempercepat penanganan anak putus sekolah. (ADV)

Bagikan:
Berita Terkait