Kutai Timur Fokus Tingkatkan Swasembada Pangan, Program OPLAH Jadi Andalan

Senin, 24 November 2025 11:31 WITA
Kantor DTPHP Kutai Timur

SANGATTA — Upaya mewujudkan swasembada pangan kembali menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) pada 2025. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dessy Wahyu Fitrisia menegaskan bahwa sektor tanaman pangan tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan pangan lokal.

    Ia menjelaskan bahwa program tahun ini berfokus pada komoditas strategis, terutama padi, sesuai instruksi nasional untuk memperkuat cadangan pangan daerah.

    “Program tahun ini kita tetap memang fokus ke peningkatan swasembada pangan sesuai dengan instruksi presiden,” ujarnya, Senin (24/11/2025).

    Dessy menegaskan bahwa Optimasi Lahan Pertanian (OPLAH) menjadi program utama untuk mendorong peningkatan produksi padi.

    Program ini sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pemdapatan dan Belanja Negara (APBN), mengingat anggaran daerah sedang mengalami efisiensi.

    “Kita lebih banyak bersumber dari dana APBN karena sumber anggaran dari APBD banyak efisiensinya,” katanya.

    Pada 2025, Kutai Timur mendapatkan alokasi OPLAH seluas 1.200 hektare, yang kini telah memasuki fase tanam perdana sejak September di Kecamatan Kaubun.

    Program OPLAH diyakini dapat meningkatkan produktivitas padi dengan memanfaatkan lahan yang sebelumnya kurang optimal, sekaligus memperkuat pondasi ketahanan pangan daerah.

    Selain pembukaan lahan, bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) juga menjadi bagian penting dari strategi peningkatan produksi.

    Enam lumbung pangan di Kutim menerima bantuan Alsintan berupa traktor roda dua dan empat serta transplanter untuk mempercepat proses tanam.

    Dessy menyebut juga ada usulan tambahan combine harvester yang sedang dalam proses realisasi.

    Kehadiran alat ini diharapkan dapat mempercepat mekanisasi, meningkatkan efisiensi kerja petani, dan mengurangi kehilangan hasil panen.

    Menurutnya, peran pemerintah pusat sangat penting saat ini mengingat keterbatasan anggaran daerah.

    Dukungan program dari Kementerian Pertanian melalui APBN menjadi penopang utama agar target peningkatan produksi dapat tercapai.

    Ia menegaskan bahwa seluruh program tanaman pangan tahun 2025 dirancang sebagai langkah berkelanjutan menuju target jangka panjang 2026.

    “Apa yang kita lakukan tahun ini adalah dasar kuat menuju swasembada pangan,” jelasnya. (Adv)

    Bagikan:
    Berita Terkait