Kukar Buktikan Kualitas, Medali Pornas 2025 Naik Meski Peserta Berkurang

Selasa, 25 November 2025 04:26 WITA

KURAWAL.ID,TENGGARONG — Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menunjukkan ketangguhan dalam ajang olahraga tradisional tingkat nasional.

Meski jumlah peserta yang dikirim pada Pekan Olahraga Tradisional Nasional (Pornas) 2025 di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami penurunan drastis, capaian medali justru meningkat dibandingkan edisi sebelumnya.

Kondisi ini membuktikan bahwa kualitas pegiat olahraga tradisional Kukar terus berkembang.

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, Aji Muhammad Ari Junaidi, mengungkapkan bahwa kontingen Kukar tahun ini berkurang hingga 50 persen dari jumlah peserta yang diberangkatkan pada Pornas edisi sebelumnya di Bandung.

Keterbatasan anggaran dan penyesuaian kebijakan menjadi salah satu faktor berkurangnya jumlah atlet yang dapat diberangkatkan.

“Secara jumlah peserta memang menurun drastis, sekitar 50 persen. Namun di sisi lain, perolehan medali justru naik. Ini menjadi bukti bahwa kualitas atlet atau pegiat olahraga tradisional kita semakin membaik,” ujar Ari.

Ari menjelaskan, olahraga tradisional memiliki karakter unik yang berbeda dengan olahraga prestasi pada umumnya.

Olahraga ini tumbuh dari masyarakat, tidak bergantung pada seleksi ketat, dan banyak digerakkan oleh semangat komunitas.

Karena itu, meski peserta lebih sedikit, mereka yang berangkat merupakan pegiat dengan pengalaman kuat di komunitas masing-masing.

Ia menegaskan bahwa semangat kemandirian menjadi pondasi utama para pegiat olahraga tradisional Kukar.

Banyak di antara mereka tetap aktif berlaga di tingkat nasional meski tidak mendapat dukungan penuh dari pemerintah.

Komunitas, inorga (induk organisasi olahraga masyarakat), dan para pegiat bergerak mandiri dalam hal latihan, peralatan, hingga keberangkatan mengikuti agenda nasional.

“Olahraga tradisional ini memang tumbuh dari masyarakat. Walaupun tanpa bantuan pemerintah, mereka tetap berangkat dan mengikuti event nasional. Itulah yang menjadi kekuatan olahraga tradisional, yaitu semangat mandiri,” tuturnya.

Dalam konteks pembinaan, Dispora Kukar memastikan tetap berperan sebagai fasilitator.

Dukungan diberikan dalam bentuk penyediaan peralatan, ruang kegiatan, serta sinergi dengan event-event budaya seperti Erau dan Kampong Tuha, yang menjadi panggung bagi komunitas menampilkan beragam olahraga tradisional khas Kukar.

Ari menegaskan bahwa peningkatan prestasi di tengah keterbatasan menunjukkan adanya peningkatan mutu dari para pegiat olahraga tradisional.

Menurutnya, komitmen dan kecintaan terhadap tradisi lokal menjadi faktor kuat dalam menjaga performa mereka di tingkat nasional.

“Kami berharap semangat kemandirian tersebut dapat terus dijaga, sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan olahraga tradisional sebagai bagian dari identitas budaya lokal Kukar,” kata Ari.

Dispora Kukar mendorong agar prestasi ini menjadi momentum bagi lahirnya lebih banyak ruang pembinaan, sekaligus memperkuat komunitas olahraga tradisional di wilayah-wilayah yang memiliki potensi unik, seperti gasing di Tenggarong dan Sebulu, enggrang di Kota Bangun Darat, ketapel di Sangasanga, serta panahan tradisional di Samboja.

Keberhasilan Kukar dalam Pornas 2025 menjadi bukti bahwa pelestarian budaya bisa berjalan seiring dengan peningkatan prestasi.

Dengan semangat komunitas yang kuat dan dukungan pemerintah sebagai fasilitator, olahraga tradisional di Kukar diyakini akan terus berkembang dan menjadi kebanggaan daerah. (ADV)

Bagikan:
Berita Terkait