Krisis Anggaran, KONI Kukar Andalkan Dispora untuk Biayai Pra Porprov

Senin, 17 November 2025 04:11 WITA

KURAWAL.ID,TENGGARONG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menghadapi salah satu krisis anggaran terbesar dalam sejarah pembinaannya.

Dari total pengajuan Rp 53 miliar untuk kebutuhan pembinaan atlet, operasional, serta kesiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), pemerintah daerah hanya menyetujui sekitar Rp 170 juta dalam APBD Perubahan 2025.

Kondisi ini memaksa KONI Kukar melakukan penyesuaian besar-besaran, bahkan mengandalkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar untuk membiayai seluruh agenda Pra Porprov 2025.

Hal tersebut disampaikan Bendahara KONI Kukar, Nur Khalid, saat ditemui di Sekretariat KONI Kukar.

“Dari usulan Rp 53 miliar, yang disetujui hanya sekitar Rp 170 juta. Anggaran ini kemungkinan hanya cukup untuk operasional organisasi melalui Raker nanti. Untuk pembinaan atlet jelas tidak terjangkau,” tegasnya.

Menurut Nur Khalid, anggaran yang disetujui pemerintah daerah belum mampu menyentuh program inti pembinaan atlet, yang selama ini menjadi fokus utama KONI.

“Dana yang ada hanya cukup untuk kebutuhan administrasi dan operasional dasar. Sementara pembinaan atlet butuh program intensif, peralatan, hingga pendampingan yang tentu tidak bisa dibiayai dari anggaran sebesar itu,” jelasnya.

Situasi ini semakin menantang karena Kukar merupakan salah satu kabupaten dengan jumlah cabang olahraga (cabor) terbanyak dan memiliki tradisi persaingan kuat di ajang Porprov.

Dispora Kukar Jadi Penopang Pra Porprov

Untuk memastikan atlet Kukar tetap berkompetisi, KONI Kukar pun menjalin kerja sama penuh dengan Dispora Kukar. Melalui skema ini, seluruh pembiayaan Pra Porprov dialihkan dan ditanggung oleh Dispora.

“Seluruh kegiatan Pra Porprov dibiayai Dispora. Jadi mekanismenya: cabor ajukan proposal ke KONI, lalu kami teruskan ke Dispora untuk diproses,” ujar Nur Khalid.

Ia menyebut langkah ini menjadi satu-satunya solusi agar cabang olahraga tetap bisa bertanding pada tahun ini.

“Kalau tidak dibantu Dispora, banyak cabor yang tidak bisa ikut Pra Porprov karena masalah anggaran. Ini realita di lapangan,” tambahnya.

Pengurus Baru Tetap Ingin Bergerak

Meski dalam kondisi serba terbatas, pengurus KONI Kukar yang baru dilantik menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga arah organisasi agar tidak stagnan.

“Kami ini pengurus baru. Kami ingin membangun wajah baru KONI Kukar. Walaupun kecil, organisasi harus tetap berjalan. Tidak boleh berhenti hanya karena anggaran terbatas,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya semangat kolaborasi dengan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan seluruh cabang olahraga, agar pembinaan tetap berlanjut hingga Porprov mendatang.

Krisis anggaran yang dialami KONI Kukar bukan hanya berdampak pada agenda jangka pendek. Minimnya pembiayaan dapat menghambat regenerasi atlet, kualitas latihan, hingga kesiapan atlet menuju kompetisi tingkat provinsi dan nasional.

“Kami memang bertahan lewat bantuan Dispora untuk Pra Porprov, tapi pembinaan jangka panjang tetap butuh anggaran besar. Ini yang harus dipikirkan bersama,” kata Nur Khalid.

Ia berharap ke depan ada solusi lebih komprehensif agar KONI Kukar bisa kembali menjalankan fungsi pembinaannya secara optimal. (ADV)

Bagikan:
Berita Terkait