KURAWAL.ID, TENGGARONG — Cabang olahraga hoki kembali menorehkan sejarah baru bagi Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga ini berkembang pesat dan kini menjadi salah satu penyumbang atlet terbanyak dari Kukar untuk memperkuat Tim Nasional Hoki Indonesia.
Prestasi tersebut sekaligus menegaskan posisi Kukar sebagai salah satu daerah dengan pembinaan hoki paling konsisten dan progresif di Indonesia.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, menyampaikan rasa bangga yang besar atas perkembangan cabang olahraga yang selama ini tumbuh dari semangat komunitas dan pembinaan mandiri para pelatih.
Ia mengungkapkan bahwa sedikitnya lima hingga enam atlet asal Kukar telah berhasil menembus tim nasional dan tampil di berbagai agenda kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.
“Kami sangat bangga, karena dari Kukar ada sekitar lima hingga enam atlet yang berhasil menembus Timnas Hoki. Ini menunjukkan bahwa pembinaan di daerah kita berjalan dengan baik, meski fasilitas masih terus kita tingkatkan,” ujarnya belum lama ini.
Prestasi tersebut tidak datang secara instan. Hoki Kukar telah lama dikenal sebagai salah satu cabang olahraga yang memiliki struktur pembinaan berjenjang.
Sejumlah klub yang aktif, seperti Hoki Tenggarong Raya, Mahakam Hockey Club, hingga klub-klub sekolah, menjadi fondasi pembinaan yang kuat.
Kompetisi internal yang rutin digelar Dispora, KONI, dan Pengkab FHI Kukar turut mempercepat proses lahirnya talenta baru.
Menurut Aji Ali Husni, capaian atlet hoki menjadi bukti bahwa keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk melahirkan prestasi.
Semangat kolektif—mulai dari atlet, pelatih, pengurus, hingga orang tua—menjadi faktor utama majunya olahraga hoki di Kukar.
“Hoki ini luar biasa. Dengan semangat dan kebersamaan, mereka bisa bersaing di tingkat nasional. Ini menjadi cambuk bagi kami untuk lebih serius memperhatikan pembinaan di semua cabang olahraga,” jelasnya.
Keberhasilan atlet hoki Kukar ini juga menjadi pemantik bagi Dispora Kukar untuk memperkuat sistem pembinaan usia dini.
Melalui pendekatan “jemput bola”, Dispora menggandeng berbagai pengurus cabang olahraga untuk turun langsung ke sekolah-sekolah.
Hoki menjadi salah satu cabor yang aktif mengenalkan diri ke pelajar SD, SMP, hingga SMA di seluruh kecamatan.
“Kami tidak boleh puas dengan capaian saat ini. Pembinaan harus dilakukan dari bawah. Karena itu kami menggandeng pengurus cabang olahraga untuk turun langsung ke sekolah-sekolah, mulai dari SD, SMP, hingga SMA,” tambahnya.
Saat ini, terdapat 16 cabang olahraga yang terlibat dalam program pembinaan usia dini. Untuk hoki, sejumlah sekolah sudah memiliki kelompok latihan rutin dan program pengenalan dasar.
Dispora Kukar juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk menyusun kurikulum olahraga berbasis karakter, keterampilan, dan potensi daerah.
“Usia SD dan SMP kami jadikan prioritas. Di masa itu fisik dan keterampilan siswa sedang berkembang pesat, jadi sangat tepat untuk menanamkan dasar-dasar olahraga,” tuturnya.
Dengan berbagai upaya tersebut, Kukar menargetkan lahirnya lebih banyak atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
Hoki menjadi contoh nyata bagaimana konsistensi pembinaan dapat menghasilkan prestasi membanggakan.
“Kami ingin menciptakan ekosistem olahraga yang berkelanjutan. Hoki sudah memberi contoh nyata bahwa pembinaan yang konsisten bisa melahirkan atlet nasional. Semoga semangat ini menular ke cabang-cabang olahraga lainnya,” pungkas Ali.
Dengan prestasi yang terus meningkat serta dukungan pemerintah daerah, hoki Kukar kini tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga salah satu kekuatan baru dalam olahraga hoki Indonesia. (ADV)





