Festival Pesona Budaya 2025 Jadi Momen Kumpul Bareng Lintas Suku di Kutai Timur

Jumat, 21 November 2025 11:05 WITA
Wabup Kutim, Mahyunadi


SANGATTA — Festival Pesona Budaya 2025 kembali menjadi ajang temu hangat bagi warga lintas suku di Kutai Timur.


Dalam suasana penuh warna ini, Wakil Bupati Mahyunadi mengingatkan bahwa keberagaman yang terpelihara dengan baik adalah identitas kuat yang membedakan Kutai Timur dari banyak daerah lainnya.


Di hadapan ribuan pengunjung, Mahyunadi menyampaikan bahwa Kutai Timur adalah daerah yang tumbuh dari berbagai latar belakang budaya.


Baginya, siapa saja yang datang dan hidup di daerah ini akan menemukan ruang nyaman untuk berekspresi dan berbaur.


“Karena disinilah rumah besar bagi seluruh budaya yang ada di Indonesia,” tegasnya pada Jumat (21/11/2025).


Ia menyebut, keberagaman suku bukan hanya catatan statistik, tetapi realitas sehari-hari yang bisa dilihat dalam keseharian masyarakat.


Dari kegiatan adat, seni pertunjukan, hingga kuliner, semuanya hadir di satu wilayah tanpa harus menempuh perjalanan jauh.


Contoh paling sederhana ia sampaikan secara ringan.


“Kita bisa nonton kuda lumping, tidak perlu jauh-jauh ke Jawa,” ujarnya sambil tersenyum.


Mahyunadi menambahkan bahwa seni Reog, tarian Batak, dan budaya lainnya tidak pernah kehilangan tempat di Kutai Timur.


Menurutnya, daerah ini telah lama hidup dalam suasana inklusif, dan festival adalah ruang untuk terus memperkuat nilai tersebut.


Ia menilai, kegiatan budaya semacam ini mampu membentuk kebiasaan positif antarwarga.


Saat masyarakat berkumpul dalam suasana gembira, interaksi sosial lintas suku mengalir secara alami.


Mahyunadi sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga atmosfer rukun tersebut.


Ia menekankan bahwa sikap saling menghormati adalah modal besar untuk menjaga stabilitas daerah.
“Kita harus menjaga agar semuanya bisa kondusif, menjadi masyarakat yang ramah, menjadi masyarakat yang saling tolong-menolong,” pesannya.


Menurutnya, karakter masyarakat yang terbuka dan menghargai perbedaan adalah alasan Kutai Timur mampu berkembang pesat dalam berbagai sektor, termasuk budaya dan ekonomi kreatif.


Festival Pesona Budaya 2025 yang berlangsung selama tiga hari ini diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk terus merawat kebersamaan yang selama ini menjadi wajah khas Kutai Timur. (ADV)

Bagikan:
Berita Terkait