KURAWAL.ID,TENGGARONG — Deru mesin motor trail dipastikan kembali menggema di kawasan hulu Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Untuk pertama kalinya, Kecamatan Kembang Janggut didapuk menjadi tuan rumah Gas Rute 2025, salah satu event trail terbesar yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar.
Agenda ini bukan sekadar hiburan bagi para penggemar petualangan, tetapi juga momentum mempromosikan potensi pariwisata dan UMKM lokal di wilayah pedalaman.
Dari pagi hingga sore nanti, ribuan pecinta trail dari berbagai kecamatan bahkan luar daerah diperkirakan akan memadati Kembang Janggut.
Suasana ini menjadi gambaran bagaimana event olahraga dapat menjelma menjadi magnet ekonomi dan wisata bagi masyarakat.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan pihaknya sengaja memilih Kembang Janggut karena kawasan ini memiliki komunitas trail yang sangat aktif sekaligus rute alam yang menantang dan memesona.
“Kegiatan di Kembang Janggut ini bagian dari agenda rutin yang kami laksanakan. Ada kegiatan blue car dan blue car trail, dan komunitas teman-teman di Kembang Janggut serta sekitarnya cukup banyak,” ujarnya Jumat (14/11/2025).
Gas Rute 2025 bukan hanya soal adrenalin. Rute yang disiapkan panitia akan membawa peserta menjelajah kawasan pedalaman Kembang Janggut, menyusuri jalur alami menuju Kenohan, Tabang, hingga area perbatasan yang selama ini jarang tersentuh publik.
Hutan, bukit, dan aliran air menjadi pemandangan yang menemani setiap putaran roda.
“Di sana ada wilayah Kenohan, Tabang, dan beberapa area perbatasan yang memiliki potensi wisata alam sangat bagus. Melalui event ini, kami ingin memperkenalkan kawasan tersebut,” kata Ali.
Event ini menjadi momen tepat memperlihatkan bahwa hulu Kukar menyimpan daya tarik wisata yang belum banyak terpublikasikan.
Trail menjadi jembatan untuk memperkenalkan keindahan alam tersebut secara langsung kepada para peserta dari berbagai daerah.
Selain rute menantang, Gas Rute Kembang Janggut 2025 juga menyiapkan berbagai door prize menarik mulai dari sepeda motor hingga satu ekor kambing.
Hadiah ini menjadi pemantik antusiasme peserta sekaligus memperkuat citra event sebagai salah satu gelaran terbesar di wilayah hulu.
Namun lebih dari itu, event ini memberi peluang luas bagi UMKM lokal. Para pedagang makanan, minuman, suvenir, hingga penjual peralatan outdoor dipastikan kebagian berkah dari ramainya peserta.
Plt. Camat Kembang Janggut, Suhartono, mengapresiasi penuh penyelenggaraan event ini. Baginya, Gas Rute membawa dampak besar bagi masyarakat.
“Kami dari Pemerintah Kecamatan Kembang Janggut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Kukar yang memberikan kesempatan bagi kami untuk menjadi lokasi event trail. Di sinilah UMKM bisa mempromosikan produk-produk lokal,” ungkapnya.
Ia menambahkan, peserta yang hadir tidak hanya dari Kukar saja, tetapi juga dari daerah tetangga.
“Pesertanya hampir dari seluruh kecamatan, bahkan dari luar Kabupaten Kutai Kartanegara. Terdekat, ada teman-teman dari Kutai Barat yang aksesnya ke Kembang Janggut lebih dekat dibanding dari Tenggarong,” ujarnya.
Dispora Kukar menegaskan bahwa sport tourism adalah strategi penting untuk membuka ruang promosi wisata pedalaman.
Kembang Janggut sebelumnya belum pernah mendapat giliran menggelar event trail resmi, sehingga Gas Rute 2025 menjadi momentum perdana yang penuh harapan.
“Kota Bangun sudah, Muara Kaman sudah, Kota Bangun Darat juga sudah. Kini giliran Kembang Janggut untuk kita laksanakan di sana,” tegas Ali.
Melalui event ini, Dispora Kukar berharap pariwisata pedalaman dapat lebih dikenal sekaligus menggerakkan ekonomi warga, terutama UMKM dan pelaku usaha kecil.
Gas Rute 2025 pun diharapkan bukan hanya menjadi ajang petualangan, tetapi juga pintu masuk untuk memperluas cakrawala wisata hulu Kukar.
Dari jalanan tanah merah hingga pasar UMKM di pinggir lapangan, semuanya saling terhubung untuk menciptakan pengalaman yang tak terlupakan.
Di Kembang Janggut, adrenalin, alam, dan ekonomi rakyat bertemu dalam satu harmoni. Dan Gas Rute 2025 menjadi panggung perayaan kolaborasi itu. (*)





