KURAWAL.ID,TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan olahraga alternatif dan extreme sport yang tengah digandrungi anak muda.
Pembangunan fasilitas pendukung seperti lintasan BMX dan skatepark menjadi bukti komitmen daerah dalam menyediakan ruang aman, layak, dan representatif bagi komunitas untuk berlatih dan berkembang.
Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, Aji Muhammad Ari Junaidi, mengatakan kehadiran sarana olahraga ekstrem bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan upaya strategis untuk merespons tingginya minat generasi muda terhadap olahraga nonkonvensional.
Ia menegaskan bahwa perkembangan ini harus diikuti dengan penyediaan ruang yang memadai.
“Dengan adanya sarana-sarana yang dibangun, kami berharap minat dan potensi anak-anak muda Kukar dapat berkembang. Contohnya seperti pushback yang sedang naik daun di berbagai kota,” ujar Ari, Senin (24/11/2025).
Pushbike, salah satu olahraga ketangkasan yang kini viral di berbagai daerah, menurut Ari mulai mendapatkan panggung khusus melalui event-event besar di Samarinda, Kutai Timur, Balikpapan, hingga sejumlah kegiatan yang difasilitasi Polres Kukar.
Namun, di sisi lain, komunitas lokal masih menghadapi keterbatasan area latihan yang memaksa mereka berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain.
Ari menyoroti kondisi Komunitas Pushbike Kota Raja yang selama ini harus “nomaden” dalam menjalani latihan.
Mereka sering terlihat berlatih di parkiran hotel, pelataran pendopo, hingga area publik lain yang tidak sepenuhnya diperuntukkan sebagai ruang olahraga.
“Kasihan juga mereka harus pindah-pindah. Kadang latihan di parkiran Hotel Fatma, lalu pindah lagi ke pendopo bupati. Kami mendengar aspirasi itu dan menjadi pertimbangan bagi Dispora dalam membangun sarana agar masyarakat mudah beraktivitas dan berolahraga,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa fasilitas yang dibangun pemerintah tidak boleh hanya menjadi dekorasi kawasan.
Keberadaannya harus dimanfaatkan secara aktif oleh masyarakat agar memiliki nilai guna dan mendorong tumbuhnya komunitas baru yang lebih kompetitif.
“Kami selalu dorong agar sarana yang sudah dibangun bisa benar-benar dimanfaatkan. Jika ada kegiatan dan anggarannya memungkinkan, Dispora siap mendukung, baik berupa fasilitasi penyelenggaraan event maupun bantuan hadiah,” tambahnya.
Dengan dukungan infrastruktur yang semakin memadai, Dispora Kukar berharap ekosistem extreme sport di Kukar tumbuh semakin kuat.
Selain membuka ruang untuk kreativitas dan kompetisi, fasilitas tersebut diharapkan menjadi titik awal munculnya atlet-atlet baru yang dapat bersaing di level regional maupun nasional.
Dispora Kukar menegaskan akan terus memperluas fasilitasi untuk olahraga alternatif sebagai upaya membangun ruang berekspresi yang sehat, produktif, dan berorientasi prestasi bagi generasi muda Kukar. (ADV)





