KURAWAL.ID,TENGGARONG – Kebijakan efisiensi anggaran Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada tahun 2025 membawa konsekuensi besar bagi sejumlah organisasi perangkat daerah, termasuk Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar.
Dengan pemotongan anggaran mencapai sekitar 40 persen, sejumlah program dan kegiatan Dispora terpaksa mengalami rasionalisasi.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, tidak menampik bahwa kebijakan efisiensi ini berdampak langsung pada rencana kerja yang sebelumnya telah disusun.
Terlebih, banyak kegiatan Dispora berkaitan erat dengan pembinaan organisasi kepemudaan dan cabang olahraga.
“Efisiensi ini cukup berpengaruh, karena rata-rata kegiatan melibatkan cabor dan organisasi kepemudaan. Tapi setelah finalisasi, kami sudah memberikan penjelasan ke kawan-kawan cabor dan organisasi. Ada beberapa kegiatan yang memang harus dirasionalisasi, dan Insyaallah tidak mengganggu program pemerintah daerah,” ujar Ali.
Aji Ali menerangkan bahwa penyesuaian terbesar terjadi pada kegiatan perjalanan dinas, yang sebelumnya menopang pelaksanaan berbagai single event maupun multi event. Dengan adanya efisiensi, sejumlah perjalanan dinas harus dibatasi atau dialihkan prioritasnya.
Tak hanya itu, sejumlah rencana pengadaan barang dan pengerjaan fisik turut dievaluasi oleh Badan Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa (BPBJ). Program yang dinilai kurang mendesak harus ditunda atau dipangkas agar sesuai dengan kemampuan APBD.
“Kegiatan yang tidak terlalu prioritas kami kurangi. Beberapa pengadaan juga dievaluasi karena anggarannya tidak mencukupi,” jelasnya.
Meski menghadapi pemangkasan anggaran cukup besar, Dispora Kukar tetap berusaha mempertahankan keberlangsungan program prioritas.
Ali mengungkapkan bahwa progres kegiatan setelah rasionalisasi sudah mencapai lebih dari 50 persen, meski realisasi keuangannya masih berada di bawah angka tersebut.
Untuk saat ini, seluruh dokumen penagihan sudah berada di BPKD dan sebagian bahkan telah masuk ke Bank Kaltimtara untuk diproses lebih lanjut.
“Kegiatan kami targetkan selesai pada September, kecuali beberapa event yang memang harus dilaksanakan di Oktober seperti Hari Sumpah Pemuda,” terangnya.
Sementara pengerjaan fisik ditargetkan rampung pada November sehingga proses administrasi keuangan dapat difinalisasi pada akhir tahun.
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, memastikan bahwa efisiensi anggaran tidak menghentikan pelaksanaan program di OPD. Menurutnya, seluruh kegiatan tetap berjalan dengan progres yang cukup baik.
“Realisasi kegiatan OPD sudah mencapai 47 persen, sementara untuk keuangannya di atas 50 persen. Harapannya hingga Desember 2025 semua dapat tercapai sesuai target,” ujarnya.
Dengan berbagai penyesuaian tersebut, Dispora Kukar berharap tetap dapat menjaga pelayanan dan pembinaan di bidang kepemudaan dan olahraga meski ruang fiskal daerah tengah mengalami pengetatan. (ADV)





