KURAWAL.ID, TENGGARONG — Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) terus berupaya mengembangkan potensi wisata lokal dengan mengelola lima destinasi wisata unggulan yang tersebar di beberapa kecamatan.
Kelima destinasi tersebut meliputi Pulau Kumala, Planetarium, Waduk Panji Sukarame, Pantai Tanah Merah Tanjung Harapan, dan Tugu Khatulistiwa Marangkayu.
Menurut Kepala Bidang Destinasi Wisata Dispar Kukar, Ridha Fatrianta, fokus pengelolaan saat ini tidak hanya pada membuka akses wisata, tetapi juga meningkatkan fasilitas, memperkuat sinergi dengan masyarakat, dan menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitar destinasi.
“Kelima destinasi ini kita kelola serius karena menjadi wajah pariwisata Kukar. Kita ingin menghadirkan pengalaman wisata yang lebih baik, sekaligus meningkatkan jumlah kunjungan setiap tahunnya,” jelas Ridha Fatrianta, Senin (24/3/2025).
Pulau Kumala yang terletak di seberang Sungai Mahakam, Kecamatan Tenggarong, menjadi ikon wisata Kukar dengan berbagai fasilitas ramah keluarga.
Saat ini, pengunjung dapat menikmati wahana seperti mobil listrik, komidi putar, dan dalam waktu dekat akan ditambah Waterboom yang sedang dalam proses pembangunan.
Pulau Kumala buka setiap hari, kecuali saat hari besar nasional, dengan harga tiket yang terjangkau, yakni Rp5.000 hingga Rp10.000. Anak-anak di bawah usia dua tahun diberikan gratis masuk.
“Pulau Kumala ini konsepnya kita dorong menjadi kawasan rekreasi keluarga dengan konsep hijau dan edukatif,” imbuh Ridha.
Lalu, Planetarium Tenggarong juga menjadi salah satu daya tarik edukatif bagi wisatawan. Di sini, pengunjung bisa menikmati tayangan film tentang alam semesta, planet-planet, dan bulan.
Harga tiket masuknya Rp10.000 untuk anak-anak dan Rp15.000 untuk dewasa. Di luar gedung, tersedia Taman Tata Surya yang memungkinkan pengunjung bersantai sambil belajar tentang astronomi.
“Planetarium ini masih satu-satunya di Kaltim, dan terus kita kembangkan sebagai destinasi wisata edukatif,” katanya.
Kemudian, Waduk Panji, juga di Tenggarong, menawarkan konsep wisata alam dengan suasana asri. Fasilitas yang tersedia meliputi sepeda air bebek, gazebo gratis, labirin taman anggrek, dan jembatan view spot untuk berfoto.
Tempat ini buka dari pukul 08.00–17.00 WITA, dengan tiket masuk Rp10.000 untuk dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak.
“Waduk Panji menjadi alternatif rekreasi alam yang terjangkau, terutama untuk keluarga dan komunitas,” tutur Ridha.
Di Kecamatan Samboja, Pantai Tanah Merah Tanjung Harapan menawarkan destinasi bahari dengan fasilitas gazebo gratis dan wahana permainan seperti mobil-mobilan untuk anak-anak dan dewasa.
Pantai ini ramai dikunjungi, bahkan pada tahun 2024 mencatat lebih dari seribu pengunjung dari dalam dan luar Kukar. Harga tiket masuknya juga ramah di kantong, yakni Rp10.000 untuk dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak.
“Pantai Tanah Merah banyak dikunjungi, terutama saat musim libur. Ini menjadi salah satu potensi besar di sektor wisata bahari Kukar,” ucapnya.
Sementara itu, Tugu Khatulistiwa di Marangkayu menawarkan pengalaman geografis yang unik. Berdiri tepat di garis nol derajat Bumi, tugu ini menjadi titik favorit untuk menyaksikan fenomena hari tanpa bayangan, ketika matahari berada tepat di atas kepala.
“Biasanya event-event tahunan seperti hari tanpa bayangan digelar di sana. Ini menjadi daya tarik tersendiri yang harus terus kita manfaatkan,” terang Ridha.
Untuk menikmati area Tugu Khatulistiwa, pengunjung hanya dikenakan biaya parkir kendaraan.
Ridha juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas wisata, pelaku UMKM, dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dalam mengelola dan mempromosikan destinasi.
Dispar Kukar, lanjutnya, berperan sebagai fasilitator dalam menjaga dan mengembangkan destinasi ini agar semakin maju dan berdaya saing.
“Bersama komunitas dan pengelola wisata, destinasi Kukar bisa lebih maju. Terima kasih untuk masyarakat, desa, serta komunitas yang telah membantu mengembangkan potensi wisata di wilayahnya masing-masing,” tutup Ridha. (*)





