Devan Febra Anantha, Jalan Panjang Petarung Kukar Menuju Warzone Championship

Kamis, 20 November 2025 05:08 WITA

KURAWAL.ID,TENGGARONG — Di balik gebyar Kejuaraan International Warzone Championship Malaysia 2025, ada kisah seorang pemuda Kutai Kartanegara yang tengah melangkah menuju panggung terbesar dalam perjalanan kariernya.

Devan Febra Anantha, atlet Muay Thai asal Kukar, kini berdiri di persimpangan antara mimpi dan pembuktian.

Baginya, kejuaraan internasional ini bukan sekadar pertandingan, tetapi puncak dari perjalanan panjang yang penuh disiplin, luka, pengorbanan, dan tekad yang tak pernah padam.

Devan tidak datang dari fasilitas mewah atau pusat latihan berteknologi tinggi. Ia memulai kariernya dari sasana sederhana, tempat para petarung lokal membangun dasar teknik dan mental yang kuat.

Lingkungan yang keras tetapi suportif itu membentuk karakternya: fokus, rendah hati, dan punya keberanian untuk menghadapi siapa pun di hadapannya.

Sejak remaja, Devan dikenal sebagai anak yang tak pernah lelah berlatih. Sementara teman-teman seusianya bermain, ia justru menghabiskan Sore dan malamnya dengan mempelajari kombinasi pukulan, tendangan, dan footwork.

Dari situlah kedisiplinannya tumbuh—bukan karena tuntutan, tetapi dari kecintaan yang mendalam kepada dunia bela diri.

Keikutsertaan Devan di Warzone Championship bukanlah perkara instan. Ia mulai menyiapkan diri sejak Agustus 2025, menjalani latihan dua hingga tiga sesi sehari.

Setiap gerakan diulang puluhan kali. Setiap kombinasi dipoles hingga sempurna. Tubuhnya dibentuk melalui conditioning yang ketat, sementara mentalnya ditempa lewat sparring dan simulasi pertandingan.

“Persiapan saya hampir 100 persen. Sejak Agustus, fokus saya hanya satu: tampil maksimal mewakili Indonesia,” ujarnya.

Baginya, laga ini adalah pencapaian besar sekaligus tanggung jawab besar. Ia tahu bahwa di arena Malaysia nanti, ia tidak hanya menjadi atlet Kukar, tetapi juga wajah Indonesia di hadapan dunia.

Pada kelas Welterweight 67 kg, Devan akan menghadapi lawan yang tidak bisa dianggap remeh: Jordan Boy, petarung unggulan dan salah satu ikon Muay Thai Malaysia.

Pertemuan itu digelar pada co-main event, panggung yang biasanya disediakan untuk laga-laga paling ditunggu.

“Target kami hanya satu: menang. Ini dream fight, dan kami akan all out,” tegasnya.

Meski lawannya merupakan bintang tuan rumah, Devan tidak gentar. Ia telah mempelajari gaya bertarung Jordan Boy, mengidentifikasi pola serangan, hingga menyiapkan strategi pergerakan.

Dalam dunia tarung, keberanian dan ketenangan adalah dua hal yang selalu ia bawa masuk ke ring.

Devan adalah satu dari tiga atlet Kukar yang dipercaya tampil mewakili Indonesia. Mereka akan berangkat pada 4 Desember 2025, sementara Devan sendiri dijadwalkan bertanding pada 7 Desember 2025.

Gelaran ini menjadi ruang baru baginya untuk menunjukkan bahwa petarung dari daerah pun mampu bersaing di level internasional.

Meski demikian, Devan tetap mengingat akarnya. Ia menyebut dukungan keluarga, pelatih, dan rekan sasana sebagai alasan utama yang membuatnya bertahan dalam latihan-latihan berat.

Devan memahami bahwa karier petarung tidak panjang. Karena itulah setiap kesempatan harus dimaksimalkan.

Warzone Championship baginya adalah peluang emas—entah sebagai titik loncatan ke karier global atau sebagai momen penguat bahwa petarung muda dari Kukar memiliki kualitas.

“Lawan kami kuat, tapi peluang menang itu ada. Tinggal bagaimana saya mengatur ritme dan fokus,” ucapnya.

Devan Febra Anantha bukan hanya petarung. Ia adalah simbol tekad, disiplin, dan mimpi besar yang tumbuh dari tanah Kukar.

Pertarungan di Malaysia akan menjadi babak baru dalam perjalanan panjangnya, dan apa pun hasilnya, Devan telah membuktikan satu hal: bahwa mimpi selalu punya jalan bagi mereka yang berani mengejarnya. (ADV)

Bagikan:
Berita Terkait