Bupati Kutim Ingatkan Pendidikan Bukan Sekadar Kewajiban Sekolah, tapi Fondasi Masa Depan Daerah

Jumat, 21 November 2025 11:58 WITA
Anak-anak di Kutai Timur berjala menuju sekolah.


SANGATTA — Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memandang pendidikan secara lebih luas.

Menurutnya, pendidikan bukan sekadar kegiatan belajar di ruang kelas, tetapi investasi mendasar yang menentukan arah kemajuan Kutai Timur ke depan.

“Pendidikan itu bukan soal sekolah saja tetapi tentang bagaimana kita membangun manusia yang siap menghadapi perubahan,” ungkapnya, pada Jum’at (21/11/2025).

Bupati menjelaskan bahwa perubahan zaman berlangsung cepat, dan hanya masyarakat yang memiliki kualitas sumber daya manusia unggul yang mampu menyesuaikan diri.

Karena itu, berbagai program pendidikan yang dijalankan pemerintah sejak 2010 diarahkan untuk memastikan anak-anak Kutim dapat tumbuh dengan kompetensi yang kuat.

Dalam penjelasannya, Ardiansyah menyampaikan bahwa program seperti BUPI hingga Sitisek bukan hanya deretan kebijakan di atas kertas, tetapi langkah nyata untuk mempermudah akses belajar bagi masyarakat di seluruh kecamatan.

Ia menekankan bahwa pendidikan harus realistis menjawab kebutuhan warga, terutama mereka yang berada dalam kondisi rentan secara ekonomi.

Bupati juga menyebut bahwa ketimpangan akses pendidikan sering kali menjadi salah satu faktor munculnya kemiskinan.

Karena itu, pemerintah ingin memastikan bahwa anak dari keluarga buruh, pekerja informal, atau pendatang tidak terhalang untuk bersekolah.

Ia menegaskan bahwa tanggung jawab pemerintah bukan hanya menyediakan sekolah, tetapi memastikan layanan pendidikan itu benar-benar mampu diakses oleh semua kalangan.

Dalam kesempatan itu, Ardiansyah juga menyoroti hubungan erat antara kualitas pendidikan dan daya saing daerah.

“Kalau SDM kita kuat maka Kutai Timur akan lebih mandiri, lebih kompetitif dan lebih siap menghadapi masa depan,” terangnya.

Menurutnya, pemda dan masyarakat perlu melihat pendidikan sebagai aset strategis jangka panjang yang tidak boleh berhenti pembangunannya.

Ia berharap seluruh pihak terus mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui peran masing-masing, mulai dari guru, keluarga, perangkat desa, hingga lembaga sosial.

Pembangunan pendidikan, kata Bupati, hanya dapat berhasil bila menjadi gerakan bersama, bukan hanya urusan dinas terkait. (ADV)

Bagikan:
Berita Terkait