Bupati Kukar Canangkan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat di Kota Bangun

Minggu, 20 Juli 2025 07:52 WITA
Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tahun 2025. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, di Dermaga Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun, Minggu (20/7/2025).

Kurawal.id, Tenggarong – Semangat kebersamaan dan kerja sama antarwarga kembali digaungkan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tahun 2025.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, di Dermaga Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun, Minggu (20/7/2025).

Dermaga Kota Bangun pagi itu dipenuhi ratusan peserta apel yang mengenakan seragam dan atribut organisasi masing-masing, menandakan kesiapan seluruh pihak untuk menggelorakan semangat gotong royong.

Dalam sambutannya, Bupati Aulia menegaskan bahwa meskipun kegiatan BBGRM adalah agenda nasional, semangat gotong royong sejatinya sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Kukar.

Ia menilai, budaya ini bukan sekadar program tahunan, melainkan warisan leluhur yang harus terus dijaga dan dipraktikkan.

“Apel hari ini dipusatkan di Kecamatan Kota Bangun sebagai penanda dimulainya BBGRM di Kukar. Walau dipusatkan di sini, seluruh desa, kelurahan, dan kecamatan di Kukar juga melaksanakan gotong royong serentak,” ujarnya.

Ia menambahkan, filosofi pembangunan Kukar Idaman dan Kukar Idaman Terbaik yang diusung pemerintah daerah berangkat dari prinsip kebersamaan.

“Kukar punya tagline Betulungan Etam Bisa. Itulah semangat yang ingin kita jaga—bekerja sama, saling bantu, dan membangun daerah secara kolektif,” tegasnya.

Bupati Aulia menekankan bahwa penyelenggaraan BBGRM harus berlandaskan prinsip “dari, oleh, dan untuk masyarakat”.

Seluruh kegiatan diharapkan melibatkan partisipasi aktif warga, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, hingga lembaga kemasyarakatan seperti LPM, RT, PKK, Posyandu, Karang Taruna, dan lembaga adat.

“BBGRM ini bukan acara pemerintah semata, tetapi momentum kita bersama untuk menguatkan ikatan sosial, memperbaiki lingkungan, dan membantu sesama,” tambahnya.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, yang turut hadir, menyebut BBGRM sebagai wadah kolaborasi seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.

Menurutnya, keterlibatan aktif warga akan membuat kegiatan ini lebih berdampak, baik dari sisi pembangunan fisik seperti perbaikan fasilitas umum, maupun kegiatan sosial yang memperkuat rasa kebersamaan.

“Ini kesempatan emas untuk kita semua. Pemerintah daerah hadir sebagai fasilitator, tapi yang menentukan keberhasilan adalah masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Selain kerja bakti membersihkan lingkungan, BBGRM di Kukar juga direncanakan memuat berbagai kegiatan, seperti penghijauan, perbaikan sarana dan prasarana desa, pelatihan keterampilan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

Semua ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

Bupati Aulia menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh masyarakat Kukar untuk menjadikan BBGRM sebagai momentum menguatkan kembali semangat gotong royong yang mulai memudar di sebagian tempat akibat perubahan zaman.

“Mari kita tunjukkan bahwa gotong royong bukan sekadar slogan, tapi bagian dari jati diri kita sebagai masyarakat Kutai Kartanegara,” pungkasnya.

Dengan dimulainya BBGRM 2025, diharapkan gelombang kegiatan positif akan bergulir di seluruh penjuru Kukar, membawa manfaat nyata bagi lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat. (*)

Bagikan:
Berita Terkait