Bupati Edi Damansyah Beberkan Solusi Baru Atasi Krisis Air Bersih di Kukar

Selasa, 4 Maret 2025 12:58 WITA

Kurawal.id, Tenggarong– Masalah air bersih masih menjadi tantangan utama bagi masyarakat di wilayah terpencil Kutai Kartanegara (Kukar).

Dengan kondisi geografis yang luas dan sulit dijangkau, distribusi air bersih masih belum merata. Namun, Pemkab Kukar kini mulai melirik inovasi dan teknologi sebagai solusi jangka panjang.

Bupati Kukar, Edi Damansyah, menegaskan bahwa pendekatan konvensional seperti jaringan PDAM tidak cukup untuk menjawab tantangan ini.

Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi desalinasi, sumur bor berbasis energi surya, hingga sistem penampungan air hujan mulai diujicobakan di beberapa daerah.

“Kami tidak bisa hanya mengandalkan infrastruktur PDAM yang jangkauannya terbatas. Kami terus mengembangkan alternatif lain, termasuk teknologi berbasis komunitas agar masyarakat di daerah terpencil bisa mendapatkan akses air bersih secara mandiri,” ujar Edi, Selasa (4/3/2025).

Salah satu inovasi yang mulai diterapkan adalah pembangunan sistem sumur bor yang ditenagai tenaga surya. Teknologi ini telah diuji coba di beberapa desa yang sulit dijangkau jaringan PDAM, dengan hasil yang cukup menjanjikan.

Selain itu, Pemkab Kukar juga tengah mengkaji penerapan teknologi desalinasi untuk wilayah pesisir yang selama ini mengandalkan air payau.

Jika berhasil, inovasi ini akan menjadi solusi bagi masyarakat pesisir yang selama ini harus mengangkut air bersih dari daerah lain dengan biaya tinggi.

“Kami melihat ini sebagai investasi jangka panjang. Dengan teknologi yang tepat, kami bisa mengurangi ketergantungan pada distribusi air bersih konvensional dan memberdayakan masyarakat untuk mengelola sumber air mereka sendiri,” tambahnya.

Selain pemanfaatan teknologi, Pemkab Kukar juga terus mengembangkan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS).

Sejak 2022, sebanyak 42 unit PAMSIMAS telah dibangun dan bertambah menjadi 60 unit pada 2024. Namun, kapasitasnya masih perlu ditingkatkan agar bisa memenuhi kebutuhan yang terus meningkat.

Diharapkan, dengan kombinasi teknologi dan pemberdayaan masyarakat, permasalahan air bersih di Kukar bisa terselesaikan lebih cepat.

Pemkab Kukar menargetkan dalam beberapa tahun ke depan, tidak ada lagi desa yang kesulitan mendapatkan akses air bersih.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh warga, baik di kota maupun di pelosok, memiliki akses yang sama terhadap air bersih. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal kesejahteraan dan kesehatan masyarakat,” tutup Edi.

Dengan langkah-langkah inovatif ini, Kukar tidak hanya mengejar pemerataan akses air bersih, tetapi juga menciptakan model solusi yang bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. (*)

Bagikan:
Berita Terkait