Bupati Cup 2025, Simbol Kebangkitan Sport Tourism dan Ekonomi Kerakyatan Kutim

Sabtu, 8 November 2025 11:15 WITA
Suasana Stadion Kudungga pada Final Bupati Cup 2025

SANGATTA – Malam final Bupati Cup 2025 di Stadion Kudungga Sangatta Utara bukan hanya menutup ajang sepak bola bergengsi antarkecamatan, tetapi juga menggambarkan bagaimana olahraga kini menjadi penggerak baru ekonomi rakyat di Kutai Timur (Kutim).

Tribun stadion bergemuruh oleh sorakan ribuan penonton ketika Persetara KNPI Kecamatan Sangatta Utara berhadapan dengan tim Kecamatan Sangkulirang. Namun di balik riuhnya laga, geliat ekonomi masyarakat sekitar ikut bangkit dari pedagang kaki lima, penjual atribut, hingga pelaku UMKM yang merasakan lonjakan pendapatan.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, yang hadir langsung di tengah ribuan penonton, melihat momen ini sebagai bukti nyata bahwa olahraga memiliki daya dorong sosial dan ekonomi yang besar bagi masyarakat.

“Turnamen ini tidak hanya mengasah kemampuan atlet, tetapi juga membangkitkan ekonomi rakyat. Sport tourism seperti ini harus terus dikembangkan,” ujarnya pada Sabtu (08/11/2025).

Menurut Ardiansyah, Bupati Cup 2025 telah menjadi contoh bagaimana pembangunan olahraga kini melampaui arena kompetisi. Lebih dari sekadar prestasi, turnamen ini menghadirkan manfaat ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat, dari warung kopi di sekitar stadion hingga pelaku industri kreatif lokal.

Di area stadion, puluhan stan kuliner dan produk khas Kutim berjejer rapi. Aroma sate, kopi lokal, dan camilan khas Sangatta menambah semarak suasana malam final. Banyak warga datang tak hanya untuk menonton, tapi juga menikmati “festival ekonomi rakyat” yang tumbuh bersama semangat sportivitas.

Selain pertandingan puncak, panitia juga menghadirkan Friendly Match Persikutim United vs Persetala Tanah Laut, yang menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan pembinaan sepak bola profesional di Kutim.

Dalam kesempatan itu, Ardiansyah memberikan apresiasi khusus kepada komunitas suporter Singa Mose Fans yang tak henti memberi semangat bagi tim kebanggaan daerah.

“Dukungan suporter adalah bahan bakar moral bagi para pemain dan simbol kebersamaan warga Kutai Timur,” katanya.

Lebih jauh, Bupati menilai keberhasilan penyelenggaraan Bupati Cup 2025 menjadi indikasi kuat bahwa Kutai Timur siap menjadi pusat sport tourism baru di Kalimantan Timur. Stadion Kudungga yang semakin representatif disebut layak menjadi tuan rumah berbagai agenda olahraga berskala provinsi maupun nasional.

“Olahraga tidak bisa berjalan sendiri. Harus bersinergi dengan pariwisata dan ekonomi kreatif. Itulah arah pembangunan olahraga Kutim ke depan,” tegasnya.

Ardiansyah juga menyoroti pentingnya pembinaan atlet muda dari desa dan kecamatan sebagai bagian dari regenerasi jangka panjang. Pemerintah berkomitmen menggandeng berbagai OPD untuk memperluas akses pelatihan, beasiswa, dan kompetisi berjenjang.

“Bupati Cup bukan sekadar piala, tapi simbol kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha untuk membangun Kutim lewat olahraga,” pungkasnya. (ADV)

Bagikan:
Berita Terkait