SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus memperkuat langkah-langkah untuk menekan angka anak tidak sekolah, salah satunya lewat penyediaan perlengkapan sekolah gratis.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa dukungan seperti seragam, tas, dan buku merupakan bagian dari cara pemerintah membuka akses pendidikan seluas-luasnya.
Ia menekankan bahwa bantuan tersebut bukan sekadar fasilitas tambahan, tetapi instrumen penting agar tidak ada lagi anak yang terhambat karena faktor biaya.
“Kita bantu seragam tas dan buku agar tidak ada alasan sekolah itu mahal dan orang tua tidak boleh menganggap biaya sekolah sebagai beban,” ujarnya pada Jum’at (21/11/2025).
Bupati menjelaskan bahwa banyak kasus anak enggan bersekolah muncul bukan karena biaya SPP atau jarak sekolah, melainkan karena perlengkapan awal yang dianggap memberatkan keluarga.
Dengan hilangnya beban tersebut, pintu sekolah akan lebih mudah diakses anak-anak dari berbagai latar belakang ekonomi.
Ia juga menegaskan bahwa kebijakan ini sudah lama menjadi komitmen Kutai Timur.
Pemerintah daerah secara konsisten menyiapkan anggaran untuk memastikan bantuan ini tetap berjalan setiap tahun.
Ardiansyah menyebut bahwa distribusi bantuan tidak boleh menunggu laporan.
RT, sekolah, dan perangkat desa harus aktif mengidentifikasi keluarga yang membutuhkan dukungan lebih besar.
Dengan begitu, tidak ada anak yang luput dari perhatian pemerintah.
Selain menghapus hambatan biaya, Bupati menilai perlengkapan sekolah gratis juga membantu menumbuhkan motivasi belajar.
Anak yang merasa lebih percaya diri ketika memakai seragam yang layak disebut akan lebih mudah beradaptasi di lingkungan sekolah.
“Ketika anak memakai seragam yang layak semangat belajarnya pasti meningkat dan itu penting untuk masa depan mereka,” pungkasnya.
Menurutnya, kebijakan ini harus terus dipertahankan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menekan angka putus sekolah dan menjaga pemerataan pendidikan di Kutai Timur. (ADV)





