KURAWAL.ID,TENGGARONG— Di tengah aktivitas kepramukaan yang terus bergeliat di Kecamatan Sebulu, satu nama kini menjadi kebanggaan bersama: Muhammad Fikri.
Anggota Pramuka yang masih belia ini berhasil mencatat prestasi luar biasa dengan menjadi yang terbaik pada ajang Pramuka Prestasi tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Sebuah pencapaian yang tidak hanya mengharumkan nama Sebulu, tetapi juga menunjukkan kualitas pembinaan gerakan Pramuka di wilayah tersebut.
Prestasi Fikri disambut penuh sukacita oleh Camat Sebulu, Edy Fachruddin, yang menilai keberhasilan ini merupakan bukti bahwa aktivitas Pramuka di Sebulu berjalan terarah, terukur, dan memiliki fondasi yang kuat.
“Alhamdulillah, semangat dari adik-adik Pramuka luar biasa. Mereka ingin memberikan kontribusi nyata bagi Kecamatan Sebulu maupun Kabupaten Kutai Kartanegara. Semua tahapan seleksi telah dilalui, dan membuktikan bahwa prestasi Muhammad Fikri benar-benar yang terbaik di Provinsi Kalimantan Timur,” kata Edy.
Di balik pencapaian Fikri, tersimpan perjalanan disiplin dan pembinaan yang tidak sebentar. Keaktifan Pramuka Sebulu sudah lama dikenal, tercermin dari derasnya kegiatan rutinitas, latihan, hingga aksi-aksi sosial yang dilakukan secara konsisten.
Bahkan, dalam penilaian tingkat kabupaten, Kwaran Sebulu berhasil meraih posisi Tergiat Kedua—sebuah prestasi yang juga menjadi kebanggaan tersendiri.
“Alhamdulillah, se-Kabupaten Kukar kita kemarin masuk tergiat kedua. Ini menandakan bahwa komunikasi antara pengurus, pembina, dan adik-adik Pramuka berjalan dengan baik,” jelas Edy.
Ia menyebut, soliditas dan komunikasi menjadi kunci. Tidak ada satu pun pihak yang berjalan sendiri. Semua bergerak dalam satu ritme pembinaan yang sama: memperkuat karakter, meningkatkan kompetensi, dan memperluas kegiatan positif.
Kwaran Sebulu tidak hanya aktif dalam kegiatan rutin. Mereka dikenal memiliki gerakan sosial yang kuat melalui program Pramuka Peduli.
Para anggota mengikuti latihan mitigasi bencana, termasuk teknik penanganan kebakaran, penggunaan alat bantu pemadaman, hingga respon cepat saat terjadi insiden di masyarakat.
“Setiap minggu mereka melakukan latihan untuk membantu penanganan kebakaran. Ketika ada bencana, mereka sudah siap turun ke lapangan. Di bidang sosial lainnya pun mereka selalu hadir membantu,” ungkap Edy.
Fikri sendiri tumbuh di lingkungan kepramukaan yang disiplin dan penuh kegiatan sosial.
Atmosfer inilah yang menjadikan banyak anggota Pramuka Sebulu matang secara mental, terlatih mengambil keputusan, dan kuat dalam karakter—tiga unsur penting yang sangat dibutuhkan dalam seleksi Pramuka Prestasi tingkat provinsi.
Meski bangga, Edy mengingatkan bahwa prestasi ini bukan akhir, melainkan motivasi untuk melangkah lebih tinggi.
Ia mendorong pengurus dan pembina untuk terus berkreativitas dan memperkaya kegiatan di gugus depan, terutama di sekolah-sekolah yang menjadi basis utama anggota muda.
“Harapannya, terus jaga komunikasi dan kekompakan agar Pramuka Sebulu dapat memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Kutai Kartanegara,” tegasnya.
Dukungan dan apresiasi juga datang dari Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, yang menyebut Kwaran Sebulu sebagai salah satu role model pembinaan Pramuka di Kukar.
“Kami mengapresiasi semangat Kwaran Sebulu yang dinilai mampu menjadi salah satu contoh pembinaan Pramuka aktif dan berprestasi di Kukar,” ujarnya.
Dengan prestasi Fikri dan predikat Tergiat Kedua yang baru diraih, Sebulu kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi pusat pembinaan Pramuka yang kuat di Kutai Kartanegara.
Di jalur-jalur desa, di halaman sekolah, hingga di pusat kecamatan, semangat kepramukaan tumbuh sebagai gerakan yang tak hanya mendidik, tetapi juga membentuk karakter generasi muda.
Prestasi ini bukan sekadar piala. Ini adalah cerita tentang kerja sama, disiplin, dan komitmen kolektif. Dan bagi Pramuka Sebulu, perjalanan baru saja dimulai. (ADV)





