Annisa Safitria, Atlet Gulat Kukar yang Mental Baja dengan Prestasi Internasional

Minggu, 16 November 2025 04:07 WITA

KURAWAL.ID,TENGGARONG — Di balik kerasnya dunia gulat, berdiri seorang perempuan Kukar yang membuktikan bahwa kekuatan sejati tidak hanya datang dari otot, tetapi juga dari mental baja dan keteguhan hati.

Namanya Annisa Safitria, atlet gulat asal Tenggarong yang kini menjadi kebanggaan Kutai Kartanegara, Kaltim, bahkan Indonesia.

Pada PON Bela Diri 2025 di Kudus, Jawa Tengah, Annisa kembali menorehkan tinta emas. Ia tampil dominan, penuh keyakinan, dan berhasil membawa pulang medali emas untuk Kaltim.

Capaian ini melengkapi rekam jejaknya sebagai atlet dengan pengalaman di level nasional dan internasional, termasuk SEA Games 2023 di Kamboja di mana ia meraih medali perunggu.

Perjalanan Panjang dari Klub Kecil ke Ajang Internasional

Nisa—sapaan akrabnya—mengawali perjalanannya dari gelanggang latihan kecil di Tenggarong.

Ia pertama kali mengenal gulat ketika masih duduk di kelas 4 SD, diajak oleh sang paman yang menjadi pintu awal perjumpaannya dengan olahraga yang kini menjadi hidupnya.

“Dari kecil memang sudah suka olahraga ini. Awalnya diajak Om ikut latihan di klub, lama-lama jadi keterusan,” ujarnya.

Bakatnya semakin terasah saat ia masuk Sekolah Olahraga (Sekoi) di Samarinda. Di tempat itulah Nisa mengenal gulat tidak hanya sebagai olahraga, tetapi sebagai disiplin hidup.

Latihan keras, pola hidup teratur, mental kuat—semua menjadi fondasi yang membuatnya bertahan dan berkembang.

Menjelang PON Bela Diri 2025, Nisa mengaku sempat tidak menyangka akan kembali dipanggil memperkuat Kaltim.

“Saya sebelumnya sempat break waktu PON Medan kemarin. Tiba-tiba ada seleksi buat PON Bela Diri, awalnya saya kurang tau soal ajang ini, ternyata ajang ini khusus cabang bela diri,” ungkapnya.

Yang lebih mengejutkan, persiapannya menuju PON terbilang singkat—hanya dua bulan, tanpa training camp (TC) resmi. “Persiapannya singkat banget, tapi latihannya tak main-main. Karena kita ngejar dua bulan itu dengan serius kan,” tambahnya.

Dengan tekad kuat, ia menjalani latihan mandiri bersama rekan tim, fokus memperbaiki teknik dan memperkuat mental—modal utama seorang atlet gulat.

Kunci Keberhasilan di Atas Matras

Bagi Nisa, tekanan, rasa sakit, dan kekalahan bukan alasan untuk berhenti. Ia memahami bahwa gulat bukan hanya soal teknik, tetapi juga bagaimana seorang atlet menguasai dirinya.

“Tantangan terbesar itu mental, kalau di atlet, mental nomor satu, kadang kalau kalah, itu bisa down banget,” tuturnya.

Saat berada di titik terendah, ia selalu menemukan semangat baru dari pelatih, senior, dan terutama keluarganya. Dukungan itu membuatnya bangkit dan kembali fokus mengejar prestasi.

“Mereka ngesupport kita, selalu memberikan motivasi harus bisa bangkit lagi, akhirnya saya tambahkan porsi latihan dan kuatkan lagi mentalnya,” ujarnya.

Emas untuk Kaltim dan Kukar

Di Kudus, semua kerja keras itu terbayar. Ia tampil gemilang, memenangi laga demi laga, hingga akhirnya meraih medali emas. Baginya, kemenangan itu lebih dari sekadar prestasi pribadi.

“Alhamdulillah bisa menyumbang buat Kaltim, dan tentunya buat bangga Kukar, daerah yang dari kecil sudah membesarkan saya,” katanya.

Sebagai atlet senior yang telah meraih banyak pengalaman, Nisa ingin generasi muda Kukar tidak mudah menyerah.

“Kalau terjun di salah satu cabor, jangan bosan latihan. Teknik itu diulang-ulang terus, itu kuncinya. Proses memang lama, tapi proses nggak akan mengkhianati hasil,” pesannya.

Kini, usai PON Bela Diri, Nisa sudah kembali bersiap untuk Pra Porprov Gulat. Targetnya jelas: tampil lebih matang dan lebih kuat dari sebelumnya.

“Tahun depan pasti targetnya lebih besar. Insya Allah lebih matang, lebih siap, lebih baik daripada sebelumnya,” ujarnya penuh keyakinan.

Sekretaris sekaligus pelatih Gulat Kukar, M. Juliharto, memberikan apresiasi maksimal terhadap para atlet—termasuk Nisa—yang membawa pulang prestasi besar di PON Bela Diri.

“Pastinya saya bangga, saya ucapkan terimakasih atas perjuangannya dan mengharumkan nama Kukar ataupun Kaltim,” ujarnya. (ADV)

Bagikan:
Berita Terkait