Kurawal.Id, Kutim – Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulutangkis Kutai Timur 2026 menjadi momentum baru dalam pengembangan olahraga tepok bulu di daerah. Tahun ini, kompetisi tersebut memperebutkan piala bergilir Ketua DPRD Kutim yang kemudian berhasil dibawa pulang PB Mulia Baru setelah tampil sebagai juara umum.
Trofi bergilir tersebut diserahkan dalam agenda yang digelar di Ruang Panel Kantor DPRD Kutai Timur, Senin (21/9/2026). Penyerahan penghargaan sekaligus menjadi bagian dari penutupan rangkaian pertandingan yang sebelumnya mempertemukan para atlet dari sejumlah kelompok pertandingan.
Ketua DPRD Kutim, Jimmi, menyambut positif terselenggaranya kompetisi tersebut. Menurutnya, keberadaan piala bergilir dapat menjadi bagian dari upaya membangun tradisi kompetisi sekaligus memberikan penghargaan terhadap klub dan atlet yang mampu menunjukkan prestasi di tingkat kabupaten.
Jimmi melihat olahraga bulutangkis memiliki ruang yang cukup besar untuk terus dikembangkan. Ia juga menilai keberhasilan sebuah kejuaraan tidak hanya ditentukan oleh hasil pertandingan, tetapi turut bergantung pada keterlibatan pelatih, pembina, pengurus klub serta dukungan berbagai pihak.
Ia berharap keberadaan piala bergilir tersebut dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat Kutai Timur. Selain menjadi simbol kompetisi, trofi itu diharapkan mampu mendorong semakin banyak atlet muda untuk serius menjalani proses latihan dan mengikuti berbagai kejuaraan.
“Ini juga harus disosialisasikan kepada masyarakat bahwa sekarang sudah ada piala bergilir Ketua DPRD Kutim cabor bulutangkis, harapannya untuk cabor lain juga bisa menyusul,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pengkab PBSI Kutim Daniel Politius Sebayang memberikan apresiasi terhadap dukungan yang diberikan DPRD Kutim terhadap perkembangan cabang olahraga bulutangkis. Ia menyebut pelaksanaan Kejurkab menjadi salah satu sarana penting untuk menjaga keberlangsungan kompetisi dan pembinaan atlet.
Daniel juga memberikan ucapan selamat kepada PB Mulia Baru yang berhasil mengumpulkan pencapaian terbaik hingga keluar sebagai juara umum. Menurutnya, hasil tersebut patut dijadikan pemacu agar klub semakin serius membangun program pembinaan bagi atlet-atletnya.
“Selamat kepada PB Mulia Baru yang mendapat piala juara umum tahun ini. Semoga pembinaan atlet-atletnya berjalan dengan baik hingga dapat mewakili Kutim di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” ujarnya.
Lebih jauh, PBSI Kutim berharap kompetisi serupa dapat berlangsung secara berkesinambungan. Agenda tahunan dinilai penting untuk memberikan pengalaman bertanding sekaligus membantu pengurus memantau perkembangan kemampuan atlet dari waktu ke waktu.
Daniel menambahkan, potensi atlet bulutangkis Kutim masih terbuka untuk dikembangkan menuju level yang lebih tinggi. Karena itu, hasil Kejurkab 2026 diharapkan tidak berhenti pada perolehan gelar, melainkan menjadi awal dari proses pembinaan yang lebih panjang.
“Kejurkab bulutangkis perebutan piala bergilir Ketua DPRD Kutim ini merupakan bentuk kepedulian terhadap olahraga. Rencana ke depan akan kita berlangsungkan setiap tahun,” katanya.
Dengan berakhirnya Kejurkab 2026, perhatian selanjutnya diarahkan pada keberlanjutan pembinaan para atlet. PB Mulia Baru kini menyandang status juara umum, sementara klub-klub lainnya memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri guna merebut trofi bergilir tersebut pada penyelenggaraan berikutnya.





