Tak Hanya Urus Lalu Lintas, Dishub Kutim Genjot Optimalisasi Aset untuk Dongkrak Ekonomi

Senin, 17 November 2025 09:55 WITA
Tampak Depan Kantor Dinas Perhubungan Kutai Timur

SANGATTA — Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Timur (Kutim) semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu pilar penting dalam mewujudkan agenda pembangunan daerah hingga 2027. Tidak hanya mengurusi teknis lalu lintas, Dishub kini diarahkan menjadi penggerak konektivitas dan optimalisasi aset-aset strategis yang dinilai mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Dishub Kutim, Poniso Suryo Renggono, menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambil pihaknya kini bergerak dalam satu garis lurus dengan arahan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, yakni memperkuat jaringan transportasi dan memaksimalkan aset Dishub sebagai bagian dari instrumen pembangunan.

“Kami terus memastikan bahwa langkah Dishub selaras dengan target besar pembangunan daerah. Konektivitas wilayah dan optimalisasi aset menjadi fokus yang tidak bisa ditawar,” ujarnya pada Senin (17/11/2025).

Poniso menyebutkan, berbagai proyek strategis sedang disiapkan untuk menopang masa depan transportasi Kutim. Pengembangan bandara, pembangunan terminal, hingga penguatan fungsi pelabuhan menjadi prioritas yang diproyeksikan mampu membuka akses ekonomi baru, terutama bagi sektor industri, perdagangan, dan pariwisata.

Meski beberapa proyek memerlukan koordinasi lintas lembaga termasuk perpanjangan runway Bandara KPC yang melibatkan perusahaan pemilik konsesi Dishub memastikan tetap menjalankan fungsi koordinatif agar seluruh tahapan berjalan sesuai target.

“Target yang dicanangkan Pak Bupati untuk 2027, termasuk pembangunan pelabuhan, membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Untuk itu, kami terus menjalin komunikasi intensif dengan instansi terkait maupun pihak swasta,” jelasnya.

Dalam pandangan Poniso, konektivitas transportasi yang baik tidak hanya menciptakan efisiensi mobilitas, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan daya saing daerah. Itu sebabnya, Dishub memandang kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sebagai faktor penentu keberhasilan pembangunan transportasi.

“Kami percaya target 2027 bisa dicapai. Kuncinya ada pada koordinasi dan komitmen semua pihak,” tegasnya.

Ia berharap, langkah terencana dan sistematis yang kini dijalankan mampu memperkuat struktur transportasi Kutim, sekaligus menjadikan sektor ini penggerak ekonomi baru menuju daerah yang lebih modern dan sejahtera. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait