Dishub Kutim Prioritaskan Revitalisasi PJU di Titik Strategis Demi PAD dan Rasa Aman

Senin, 17 November 2025 12:53 WITA
Penerangan Jalan Umum di Kutim

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) mulai menempatkan Penerangan Jalan Umum (PJU) sebagai instrumen pembangunan daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelayanan publik, PJU kini diperlakukan sebagai aset strategis yang mampu mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim, Poniso Suryo Renggono, mengungkapkan bahwa kontribusi PJU terhadap PAD terus meningkat dan berpotensi menjadi salah satu sektor penopang fiskal baru jika dikelola secara modern dan berbasis data.

“PAD dari PJU tahun ini mencapai Rp1,5 miliar. Target tahun depan kami menaikkannya menjadi Rp3,5 miliar,” jelas Poniso pada Senin (17/11/2025).

Untuk mencapai target tersebut, Dishub Kutim sedang melakukan pembenahan menyeluruh. Inventarisasi aset dilakukan secara detail untuk memastikan setiap titik PJU terdata dengan benar mulai dari lampu yang berfungsi, unit yang rusak, hingga wilayah yang masih gelap dan belum tersentuh penerangan.

Pendataan presisi ini nantinya menjadi dasar perencanaan revitalisasi PJU, baik untuk efisiensi anggaran maupun untuk membuka peluang kerja sama pihak ketiga secara lebih terarah.

Namun, Poniso menegaskan bahwa orientasi pembangunan PJU tidak berhenti pada sisi fiskal. Menurutnya, keberadaan lampu jalan memiliki dampak sosial dan ekonomi yang besar bagi masyarakat Kutim.

Penerangan yang memadai menciptakan rasa aman, memperlancar aktivitas perdagangan malam, hingga membantu menekan potensi kenakalan remaja di kawasan minim cahaya.

“Sejahtera itu bukan hanya soal materi, tetapi juga rasa aman dan nyaman. Penerangan jalan adalah salah satu faktor yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.

Tahun ini, Dishub memprioritaskan revitalisasi PJU di sejumlah titik strategis seperti Sangsaka, Wahukompenpelan, dan Jalan Ora Bengkal. Sementara penambahan titik baru akan dilakukan bertahap berdasarkan kebutuhan lapangan dan hasil pemetaan yang terus diperbarui.

Dishub memastikan seluruh proses pembangunan dilakukan berbasis data valid untuk menghindari pemborosan dan memastikan setiap intervensi tepat sasaran. Dengan pendekatan yang lebih sistematis, PJU diharapkan menjadi fasilitas publik yang memberi multiplier effect: meningkatkan PAD, memperkuat keamanan, dan mendorong aktivitas ekonomi warga Kutim pada malam hari. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait