SANGATTA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Timur (Kutim) dihadapkan pada paradoks yang tak terduga, Tarif Uji Kendaraan Bermotor (Uji KIR) sudah digratiskan, tetapi jumlah pemilik kendaraan yang datang justru menurun.
Fenomena ini memunculkan kekhawatiran serius mengenai budaya keselamatan di jalan raya.
Kepala Dishub Kutim, Poniso Suryo Renggono, mengatakan rendahnya partisipasi menunjukkan bahwa masyarakat masih memandang uji kendaraan sebatas kewajiban administratif, bukan kebutuhan teknis untuk memastikan kendaraan aman dioperasikan.
“Sekarang gratis, malah banyak yang tidak ikut menguji kendaraannya. Padahal tujuan uji kendaraan itu untuk keselamatan,” tegasnya pada Senin (17/11/2025).
Poniso menilai persoalan utama bukan terletak pada biaya, tetapi perubahan perilaku. Tanpa pemahaman yang benar, kebijakan gratis tetap tidak cukup mendorong masyarakat melakukan pengujian berkala.
Untuk itu Dishub Kutim kini menggeser pendekatan, dari hanya menyediakan layanan menjadi aktif membangun kesadaran publik. Edukasi diperluas melalui media sosial, kanal resmi Dishub, penyuluhan lapangan, hingga dialog langsung di Unit Pelaksana Teknis (UPT) PKB. Tokoh masyarakat dan organisasi lokal juga dilibatkan sebagai jembatan penyampai pesan keselamatan.
Target intensifikasi sosialisasi diarahkan ke wilayah dengan mobilitas tinggi, pusat perdagangan, dan kawasan yang padat lalu lintas lokasi yang dinilai paling rentan risiko kecelakaan.
“Yang utama adalah menyelamatkan masyarakat. Kita ingin memastikan kendaraan yang digunakan aman di jalan,” kata Poniso.
Selain mendorong edukasi, Dishub juga menyiapkan inovasi layanan agar PKB lebih mudah dijangkau, terutama bagi masyarakat yang berada jauh dari UPT. Meski beberapa titik layanan digratiskan, Dishub memastikan program PKB tetap mendukung keselamatan dan memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dengan strategi sosialisasi yang lebih agresif dan layanan yang terus disempurnakan, Dishub berharap partisipasi masyarakat kembali meningkat, dan seluruh kendaraan yang beroperasi di Kutai Timur memenuhi standar keamanan yang ditetapkan. (Adv)





