Kurangi Angka Kecelakaan, Dishub Kutim Gencarkan Sosialisasi Keselamatan Berkendara

Senin, 17 November 2025 08:18 WITA
Ikustrasi kecelakaan.

SANGATTA — Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Timur (Kutim) memperkuat program sosialisasi keselamatan jalan sebagai upaya menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas.

Edukasi digencarkan menyasar pelajar, sopir perusahaan, hingga masyarakat umum, mengingat tren kecelakaan masih lebih tinggi dibandingkan tindak pidana lainnya.

Kepala Seksi Lalu Lintas Dishub Kutim, Zulkarnain, menegaskan bahwa edukasi menjadi langkah utama yang terus diperluas.

“Kecelakaan itu angkanya paling tinggi dibandingkan kasus kriminal. Itu sebabnya kami terus dorong edukasi,” ujarnya pada Senin (17/11/2025).

Menurut Zulkarnain, sebagian besar kecelakaan dipicu rendahnya kepatuhan pengendara terhadap aturan. Pelanggaran seperti melampaui batas kecepatan, tidak mematuhi rambu, hingga berhenti sembarangan masih sering terjadi.

Ia menekankan bahwa keselamatan hanya bisa dicapai bila seluruh pengguna jalan memiliki kesadaran yang sama.

“Lalu lintas ini tanggung jawab bersama. Pemerintah bisa mengatur, tapi pengguna jalanlah yang menentukan aman atau tidak,” tegasnya.

Untuk itu, Dishub Kutim terus memperluas jangkauan sosialisasi melalui berbagai kegiatan, termasuk penyuluhan keselamatan di sekolah, pelatihan berkendara aman bagi pelajar, serta pembinaan bagi sopir perusahaan.

Program ini dinilai penting karena banyak kecelakaan turut melibatkan pengendara muda. Sementara bagi sopir perusahaan, edukasi difokuskan pada kepatuhan titik naik-turun karyawan agar tidak menciptakan hambatan yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan.

Selain sosialisasi, Dishub juga menempatkan petugas di titik-titik yang kerap mengalami kepadatan pada pagi dan sore hari. Kehadiran petugas membantu mengurai hambatan yang sebenarnya bisa dicegah bila pengendara tertib.

Dishub menilai bahwa sebagian besar hambatan terjadi akibat pelanggaran kecil, namun berdampak besar terhadap kondisi lalu lintas.

Untuk meningkatkan efektivitas penyuluhan, kampanye keselamatan kini dirancang lebih modern dan mudah dipahami generasi muda. Pesan keselamatan juga disebarkan melalui berbagai platform agar lebih dekat dengan kebiasaan masyarakat saat ini.

Zulkarnain mengajak semua pihak, termasuk tokoh masyarakat dan lembaga pendidikan, untuk turut menyampaikan pesan keselamatan.

“Kalau semua pihak terlibat, angka kecelakaan pasti bisa ditekan,” ujarnya.

Dengan penguatan edukasi dan kolaborasi lintas sektor, Dishub Kutim berharap budaya berkendara aman dapat tumbuh di masyarakat. Target utama adalah membentuk pengendara yang disiplin, peduli, dan saling menghargai di jalan. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait