Kuota Internet Sekolah di Kutim Naik Dua Kali Lipat

Rabu, 19 November 2025 11:27 WITA
Ilustrasi Wifi. Kebutuhan internet sekolah di Kutai Timur melonjak tajam seiring perubahan pola belajar digital. (Ist)

SANGATTA — Kebutuhan internet sekolah di Kutai Timur melonjak tajam seiring perubahan pola belajar yang semakin bergantung pada teknologi digital.

Video pembelajaran, kelas virtual, hingga perangkat Smart TV kini menjadi bagian dari aktivitas harian di ruang kelas.

Pemerintah daerah akhirnya memutuskan menaikkan kuota internet sekolah hingga dua kali lipat untuk memastikan proses belajar tidak lagi terhambat.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Timur menyebut kebijakan ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan kuota selama setahun terakhir.

Peningkatan konsumsi data yang tinggi membuat pemerintah harus menyesuaikan kapasitas layanan digital agar sejalan dengan kebutuhan pendidikan modern.

“Kami evaluasi dari tahun sebelumnya karena kebutuhan kuotanya makin besar,” ujar Sulaiman, Kepala Bidang Infrastruktur TIK Diskominfo, Rabu (19/11/2025).

Menurutnya, sebagian besar sekolah kini mengandalkan platform pembelajaran berbasis video, aplikasi pendidikan, serta perangkat presentasi digital.

Kondisi tersebut membuat pemakaian data meningkat signifikan dan menyebabkan kuota cepat habis jika tidak ditambah.

Berdasarkan hasil evaluasi, pemerintah akhirnya memutuskan memberi kuota dua kali lebih besar dibanding tahun sebelumnya.

Langkah ini dirancang untuk mengamankan aktivitas digital yang intens seperti konferensi daring, kelas multimedia, hingga penggunaan aplikasi Smart TV.

“Sekarang pembelajaran banyak lewat video, aplikasi, dan perangkat Smart TV jadi kuotanya harus cukup,” jelas Sulaiman.

Meski kuota ditambah, pemerintah tetap mendorong sekolah menerapkan manajemen pemakaian data.

Diskominfo menilai bahwa penggunaan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kuota habis sebelum waktunya, sehingga pendampingan diberikan untuk membedakan prioritas penggunaan antara pembelajaran, administrasi, dan hiburan.

Selain kuota, pemerintah juga memperkuat bandwidth agar koneksi tetap stabil, terutama pada jam-jam pembelajaran.

Hal ini penting untuk mendukung perangkat digital di ruang kelas yang membutuhkan jaringan kuat dan konsisten.

Langkah evaluasi juga dilakukan di sekolah-sekolah yang sebelumnya melaporkan koneksi tidak stabil.

Pemerintah memastikan bahwa peningkatan kualitas layanan tidak hanya dirasakan sekolah di pusat kota, tetapi juga di wilayah yang lebih terpencil.

Seiring meningkatnya kebutuhan digital, pemerintah mengimbau sekolah membangun budaya literasi teknologi agar penggunaan internet lebih produktif.

Lingkungan belajar digital yang sehat disebut sebagai pondasi penting bagi transformasi pendidikan di Kutai Timur.

Dengan kuota lebih besar, bandwidth lebih kuat, dan pola pengelolaan yang rapi, Pemkab Kutim optimistis sekolah dapat menjalankan pembelajaran modern secara maksimal.

Transformasi digital tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan yang kini mulai dipenuhi secara bertahap di seluruh satuan pendidikan daerah. (ADV)

Bagikan:
Berita Terkait