SANGATTA — Menjelang perayaan Tahun Baru 2026, Satpol PP Kutai Timur mulai menyiapkan operasi malam khusus untuk mencegah kegiatan hiburan tanpa izin, pesta kembang api ilegal, serta potensi gangguan ketertiban umum yang kerap meningkat pada akhir tahun.
Ketua Satpol PP Kutai Timur, Fata Hidayat, menegaskan bahwa operasi malam tahun baru merupakan agenda rutin yang setiap tahun diperkuat.
Namun untuk perayaan tahun ini, pengawasan akan dilakukan dengan tingkat ketat yang lebih tinggi.
“Setiap tahun kami lakukan operasi, tetapi tahun ini akan lebih ketat,” tegas Fata, Senin (17/11/2025).
Menurutnya, temuan paling sering pada malam pergantian tahun adalah kegiatan hiburan masyarakat yang digelar tanpa mengurus izin resmi.
Mulai dari panggung musik hingga acara kelompok yang menggunakan sound system berlebihan.
“Kadang ada yang bikin acara, panggung, musik, tapi tidak urus izin. Itu yang kami tertibkan,” ungkapnya.
Fata menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang kegiatan masyarakat, tetapi seluruh aktivitas harus mengikuti prosedur perizinan untuk memastikan tidak mengganggu lingkungan sekitar.
“Kami bukan mau mematikan kegiatan masyarakat, hanya ingin memastikan semuanya tertib,” ujarnya.
Untuk operasi besar ini, Satpol PP akan menggandeng unsur TNI dan Polri.
Koordinasi dengan tim gabungan sudah berjalan dan diperkirakan malam puncak akan melibatkan ratusan personel di berbagai titik.
“Kami tidak bisa sendiri, operasi besar seperti ini butuh gabungan,” kata Fata.
Pada operasi tahun sebelumnya, sejumlah pelanggaran berhasil ditertibkan, seperti penjualan petasan berukuran besar dan penggunaan sound system melebihi batas wajar.
Situasi serupa diprediksi kembali terjadi tahun ini, sehingga petugas akan disebar di lokasi-lokasi rawan, seperti Bukit Pelangi, Townhall, serta sejumlah titik keramaian di kecamatan.
Fata menyebut bahwa area yang menjadi pusat berkumpulnya anak muda sering menjadi titik rawan gangguan ketertiban.
Oleh karena itu, kehadiran petugas akan lebih intens di titik-titik tersebut.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga situasi tetap kondusif.
Pemerintah berharap perayaan malam tahun baru tetap meriah namun tetap tertib, aman, dan ramah keluarga.
“Yang penting semua berjalan tertib, aman, dan tidak meresahkan,” tutup Fata. (Adv)





