SANGATTA — Fenomena pelajar berseragam yang nongkrong pada jam sekolah di wilayah Bukit Pelangi membuat Satpol PP Kutai Timur menyiapkan langkah tegas namun edukatif.
Mulai 2026, satuan ini akan meluncurkan program operasi khusus untuk memastikan pelajar tetap berada di lingkungan sekolah pada waktu belajar.
Ketua Satpol PP Kutim, Fata Hidayat, mengatakan bahwa program ini disusun setelah pihaknya cukup sering menemukan pelajar berada di luar sekolah pada jam aktif belajar.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya selama ini masih berusaha berpikir positif.
“Kadang anak-anak dipulangkan lebih cepat, jadi kami tidak mau langsung mengambil tindakan,” jelas Fata, Senin (17/11/2025).
Namun jika fenomena ini terus berulang, Satpol PP siap mengambil langkah lebih sistematis.
Salah satu opsi yang telah disiapkan adalah melakukan sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah melalui apel pagi.
“Rencananya kami masuk saat apel pagi, jadi tidak mengganggu waktu belajar mereka,” ujarnya.
Pendekatan itu dipilih agar pelajar memahami aturan tanpa merasa diawasi secara represif.
Menurut Fata, kementingan utamanya adalah edukasi, bukan penindakan.
Untuk memperkuat pelaksanaan program ini, Satpol PP telah menjalin komunikasi dengan Dinas Pendidikan Kutim.
Koordinasi awal sudah dilakukan dan rencana ini mendapat respons positif.
“Saya dan Kepala Dinas Pendidikan sudah bicara, insya Allah 2026 program ini dilaksanakan,” tegasnya.
Fata menjelaskan bahwa operasi khusus ini akan fokus pada pencegahan, termasuk mengurangi potensi kenakalan remaja yang berawal dari aktivitas nongkrong di luar sekolah pada jam belajar.
Selain itu, pemerintah ingin memastikan pelajar berada di area aman dan terkontrol.
Karena itu, peran orang tua juga sangat diperlukan untuk mendukung kedisiplinan anak.
Satpol PP berharap masyarakat ikut mendukung program ini agar berjalan lebih efektif.
Dengan langkah ini, Pemkab Kutai Timur menargetkan lahirnya budaya disiplin baru di kalangan pelajar dan berkurangnya laporan warga terkait pelajar yang keluyuran pada jam pelajaran berlangsung.
“Harapan kami pelajar memahami konsekuensinya dan tetap menjaga disiplin selama jam sekolah,” tutup Fata. (Adv)





