SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mulai mempercepat pembangunan infrastruktur digital dengan menjadikan 139 kantor desa sebagai prioritas penguatan jaringan internet.
Langkah ini menjadi fondasi awal dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih cepat, efektif, dan terhubung.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Timur menilai kantor desa adalah pusat administrasi yang paling dekat dengan masyarakat.
Karena itu, koneksi internet yang stabil akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan publik.
Kepala Diskominfo Kutai Timur, Ronny Bonar, menegaskan bahwa pembenahan jaringan internet di seluruh wilayah menjadi langkah pertama dalam percepatan Smart City.
“Kita berusaha membenahi dulu jaringan internet. Kalau itu sudah sempurna, maka pelan-pelan kita akan ke depannya, apa yang harus dilakukan,” ujarnya pada Sosialisasi Program Smart City di Hotel Royal Victoria, Senin (10/11/2025).
Ronny menjelaskan, fokus paling besar ada pada 139 desa, mengingat peran strategis kantor desa sebagai pusat pelayanan administrasi masyarakat sehari-hari.
“Internet kita fokuskan ke kantor desa karena di sanalah pusat layanan administrasi. Kalau desa terkoneksi, masyarakat akan lebih mudah mendapatkan layanan,” jelasnya.
Untuk mempercepat pemerataan jaringan, Diskominfo juga menjalin kolaborasi dengan sejumlah penyedia layanan internet serta perusahaan swasta.
Upaya ini dilakukan agar pembangunan jaringan tidak hanya mengandalkan pemerintah, tetapi bergerak melalui kemitraan yang saling mendukung.
“Kami berkolaborasi dengan teman-teman provider. Kita bantu mereka, mereka bantu kita, supaya konektivitas bisa dinikmati seluruh masyarakat Kutai Timur,” katanya.
Program Smart City Kutai Timur tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga membangun budaya digital yang inklusif di tingkat masyarakat desa.
Dengan pondasi infrastruktur yang semakin kuat, Pemkab Kutim optimistis daerah ini menuju ekosistem digital yang tangguh, terintegrasi, dan merata hingga pelosok desa. (ADV)





