SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menatap masa depan dengan penuh optimisme.
Melalui Program Smart City, pemerintah daerah berkomitmen membangun sistem tata kelola yang modern, efisien, dan terintegrasi dari pusat pemerintahan hingga ke pelosok desa.
Komitmen itu ditegaskan dalam Sosialisasi Program Smart City yang digelar di Hotel Royal Victoria, Senin (10/11/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemkab Kutim untuk mempercepat digitalisasi layanan publik, pemerataan akses informasi, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Program Smart City menitikberatkan pada pemerataan kemajuan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga jaringan listrik dan internet.
Pemerintah ingin memastikan bahwa manfaat teknologi dapat dirasakan seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
Sulisman, Kepala Bidang Digitalisasi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, menjelaskan bahwa kemajuan teknologi harus
diimbangi dengan pemerataan akses dan kualitas.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar transformasi digital dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Setiap tahun kami terus melakukan evaluasi dan sosialisasi bersama Dewan Smart City. Ini melibatkan seluruh OPD, perusahaan-perusahaan, dan juga sektor perbankan,” ujarnya.
Menurut Sulisman, keberhasilan Smart City tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah.
Dunia usaha, pelaku UMKM, dan relawan teknologi informasi (Relawan TIK) juga memiliki peran besar dalam
mempercepat adaptasi digital.
“Kami ingin semua pihak berkolaborasi. Termasuk UMKM dan relawan TIK agar Kutai Timur benar-benar bisa mengejar ketertinggalan di bidang digital,” jelasnya.
Dalam paparan materinya, Sulisman menguraikan empat pilar utama Smart City: Smart Governance, Smart Living, Smart Environment, dan Smart Economy.
Keempatnya diharapkan dapat menjadi panduan bagi setiap perangkat daerah dalam merancang kebijakan berbasis data dan teknologi yang berpihak kepada masyarakat.
Tujuan utama program ini, katanya, adalah menghadirkan pelayanan publik yang cepat, efisien, dan mudah diakses kapan saja serta di mana saja.
Dengan sistem yang terintegrasi, Pemkab Kutim berupaya meminimalisir hambatan birokrasi dan meningkatkan transparansi dalam pelayanan.
“Harapan kami, terjadi kolaborasi yang solid antara semua OPD, perbankan, dan dunia usaha. Dengan sinergi yang baik, Smart City Kutai Timur bisa diwujudkan dengan kualitas yang mumpuni dan berkelanjutan,” tutupnya.
Melalui Smart City, Kutai Timur tidak hanya mengejar ketertinggalan teknologi.
Tetapi, juga menyiapkan fondasi bagi daerah cerdas yang inklusif, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman menjadikan kemajuan digital bukan sekadar cita-cita, melainkan bagian dari keseharian masyarakat. (ADV)





