TENGGARONG — Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, kembali mencatat langkah progresif dalam pembinaan generasi muda.
Melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), Kukar resmi menjalin kerja sama dengan Pangkalan Angkatan Laut Balikpapan dalam rangka memperkuat Program Bintang
Pengabdian.
Program ini merupakan program pembinaan pemuda menuju institusi pertahanan dan sekolah kedinasan. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan pada Selasa (18/11/2025)lalu.
Dengan PKS ini, Kukar menjadi satu-satunya pemerintah kabupaten di Kalimantan Timur yang memiliki pembinaan pra-seleksi resmi bersama unsur TNI Polri.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Kukar dalam menyiapkan SDM muda yang tangguh, kompetitif, dan siap mengabdi di institusi negara.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan bahwa Program Bintang Pengabdian dirancang untuk menjawab minimnya jumlah pemuda Kukar yang lolos seleksi TNI, Polri, maupun sekolah kedinasan.
“Kami bekerja sama dengan pihak Angkatan Laut, Angkatan Udara, Angkatan Darat, Kepolisian, hingga lembaga pendidikan seperti Sekolah Tinggi Akuntansi Negara dan Sekolah Tinggi Transportasi Darat. Kenapa disebut generasi tangguh? Karena sekolah-sekolah ini membentuk individu yang kuat menghadapi persoalan, mulai dari proses seleksi hingga pendidikannya,” jelasnya.
Seleksi masuk TNI maupun sekolah kedinasan dikenal sangat ketat—mulai dari kesehatan, fisik, hingga kemampuan akademik.
Lewat kerja sama ini, pemuda Kukar akan dibekali bimbingan komprehensif: pemantapan fisik, disiplin, kesehatan, mental, hingga persiapan administrasi. Bahkan setelah masa latihan selesai, peserta tetap dipantau hingga tahap seleksi.
Ali menyebut orientasi “pengabdian” menjadi aspek penting dalam program ini. Pemkab Kukar berharap para peserta yang berhasil lolos pendidikan nantinya dapat kembali mengabdi di daerah.
“Kalau kita lihat, jumlah pemuda Kukar yang diterima di TNI dan Polri masih sedikit. Bahkan di STAN maupun STTD bisa dihitung dengan jari. Padahal kebutuhan tenaga profesional seperti auditor atau tenaga teknis sangat tinggi di daerah,” terangnya.
Kondisi minimnya putra-putri daerah di institusi strategis terlihat jelas dalam data TNI Angkatan Laut. Hingga kini, hanya dua warga Kukar yang tercatat sebagai anggota AL—masing-masing dari Samboja dan Muara Jawa.
Dengan adanya pengembangan wilayah Ibu Kota Negara (IKN) dan rencana pembukaan pangkalan baru di Samarinda, peluang karier pemuda Kukar dinilai semakin terbuka.
Melalui PKS dengan TNI AL, Kukar menyiapkan target lebih besar pada tahun depan. Jika sebelumnya hanya satu pemuda yang berhasil masuk akademi Angkatan Laut, Dispora Kukar menargetkan setidaknya 10 peserta dapat menembus rekrutmen AL di tahun mendatang.
“Selama ini animo anak-anak cukup tinggi, tetapi kuota pembinaan masih terbatas. Dengan adanya program ini, kami ingin membuka wawasan orang tua bahwa proses masuk TNI itu bukan sesuatu yang mustahil. Melalui bimbingan yang tepat, peluang kelulusan semakin besar,” ucap Ali.
Dispora Kukar memastikan Program Bintang Pengabdian akan berlanjut sebagai upaya menghadirkan pemerataan kesempatan bagi pemuda daerah.
Program ini diharapkan menjadi motivasi agar generasi muda Kukar menyiapkan diri sejak dini dan tidak ragu mengejar profesi yang menuntut ketangguhan serta semangat pengabdian tinggi. (ADV)





