KURAWAL.ID,TENGGARONG – Tim Tchoukball Baskara Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menunjukkan kualitasnya dengan meraih lima trofi pada Kejuaraan Hari Pahlawan yang digelar Persatuan Tchoukball Seluruh Indonesia (PTBSI) Kalimantan Timur, 9 November 2025 lalu.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa talenta muda dari Muara Kembang mampu bersaing meski berangkat dengan segala keterbatasan fasilitas maupun dukungan.
Keberhasilan tersebut diraih dari dua kategori yang dilombakan, yakni SD dan SMP, setelah kategori SMA diundur karena dialihkan menjadi pertandingan Tchoukball pantai.
Meski demikian, Tim Baskara tetap tampil penuh semangat dan pulang membawa hasil membanggakan.
Ketua PTBSI Kukar, Irfan Setiawan, mengungkapkan rasa haru dan bangganya terhadap perjuangan anak-anak asuhnya yang tampil luar biasa di ajang tersebut.
“Saya sangat bangga dengan semangat dan kerja keras anak-anak. Mereka datang dari kampung yang jarang dikenal orang, tapi mampu menunjukkan bahwa anak-anak Muara Kembang juga bisa berprestasi dan mengharumkan nama daerah,” ujarnya.
Irfan menuturkan, terdapat tiga kategori pertandingan yang dipersiapkan panitia, yaitu SD, SMP, dan SMA.
Namun kategori SMA diundur karena dialihkan ke Tchoukball pantai yang rencananya akan digelar untuk pertama kalinya di Indonesia.
“Rencana awal ada tiga kategori, tapi yang SMA diundur karena dialihkan ke Tchoukball pantai. Ini akan jadi pertandingan pantai pertama di Indonesia,” jelasnya.
Dengan perubahan tersebut, PTBSI Kukar hanya mengirimkan lima dari delapan tim yang sudah disiapkan. Meski berkurang, semangat para atlet tidak surut.
Hasilnya, lima piala sukses dibawa pulang. Untuk kategori SD/MI Putra, Baskara meraih juara 2, disusul juara 3 bersama untuk kategori SD/MI Putri. Sementara di kategori SMP/MTs Mix, Baskara berhasil merebut juara 2, juara 3, dan juara 3 bersama.
Namun di balik prestasi itu, perjuangan atlet Baskara tak berjalan mudah. Semua biaya latihan, perlengkapan, hingga transportasi menuju Samarinda masih ditanggung mandiri oleh para atlet dan pelatih.
“Kami masih mandiri, anak-anak iuran setiap minggu untuk biaya latihan dan transportasi. Bahkan bus dari kecamatan yang biasa kami pinjam sedang rusak, jadi kami patungan untuk pergi ke Samarinda,” ungkap Irfan.
Ia berharap pemerintah daerah bisa lebih memberi perhatian pada potensi besar yang dimiliki anak-anak Muara Kembang.
“Harapan saya sih pemerintah bisa lebih melirik. Anak-anak di sini banyak potensinya, tinggal bagaimana bantuan diberikan untuk peralatan dan fasilitas pelatihan,” terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Syafliansyah, memberikan apresiasi tinggi untuk atlet Tchoukball Baskara.
Ia menilai apa yang ditunjukkan para atlet muda tersebut adalah bukti bahwa pembinaan berbasis komunitas mampu mencetak prestasi meski dengan fasilitas terbatas.
“Pastinya kami sangat mengapresiasi. Semangat mereka luar biasa. Saya ingin anak-anak ini terus berprestasi, terus membawa nama Kukar,” ujarnya.
Syafliansyah juga menegaskan bahwa Dispora Kukar membuka ruang kolaborasi lebih luas bagi cabor-cabor komunitas seperti Tchoukball.
Menurutnya, olahraga yang berkembang dari desa dapat memberikan warna baru dalam dunia olahraga daerah jika mendapatkan dukungan yang tepat.
“Kami ingin olahraga seperti Tchoukball ini semakin dikenal masyarakat. Ke depan, Dispora siap berdiskusi dengan PTBSI Kukar untuk melihat apa yang bisa dibantu, terutama sarana latihan dan pembinaan lanjutan,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa semangat komunitas seperti tim Baskara merupakan modal penting untuk pengembangan olahraga di Kukar.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa asal ada kemauan dan gotong royong, olahraga apa pun bisa tumbuh dan membanggakan daerah. Anak-anak Baskara sudah membuktikannya,” tutupnya. (ADV)





