KURAWAL.ID,TENGGARONG — Di tengah deretan cabang olahraga yang sudah lama berkembang di Kutai Kartanegara (Kukar), satu nama baru mulai mencuri perhatian: Gateball.
Olahraga yang terkesan rileks namun penuh strategi ini baru berusia kurang dari setahun di Kukar, tetapi keberadaannya langsung bergerak cepat.
Untuk pertama kalinya, Pengurus Kabupaten Pergatsi Kukar akan menurunkan atlet-atletnya di ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV).
Bukan sekadar tampil, Pergatsi Kukar langsung mempersiapkan 17 atlet untuk bertanding di delapan kategori sekaligus.
Langkah yang menunjukkan keberanian, optimisme, dan tekad untuk memperkenalkan Gateball Kukar di level provinsi.
Sekretaris Umum Pergatsi Kukar, Bambang Herianto, mengatakan bahwa meski usia pembinaan masih sangat muda, pihaknya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan besar ini.
“Untuk PORPROV, ada delapan kategori yang akan diikuti atlet Gateball Kukar, yaitu beregu putra, beregu campuran, triple putra, triple campuran, double putra, double campuran, single pria, dan single wanita,” jelas Bambang.
Bambang menjelaskan bahwa komposisi atlet yang disiapkan terdiri dari 12 atlet pria dan 5 atlet wanita, dan kemungkinan besar kuota penuh 17 atlet akan diberangkatkan.
Untuk kategori beregu, satu tim berisi lima orang, sehingga total atlet yang diturunkan sudah cukup ideal untuk mengikuti seluruh nomor lomba.
Meski demikian, target yang dicanangkan Pergatsi Kukar tetap realistis. Gateball baru berkembang, belum banyak pelatih bersertifikasi, dan mekanisme pembinaan masih berproses.
“Yang penting dulu bisa pulang membawa medali. Ke depan baru kita tingkatkan target, minimal emas,” ujarnya sambil tersenyum optimistis.
Hingga saat ini, Pergatsi Kukar masih mengandalkan pengalaman bertanding sebagai bekal utama para atlet.
Program pelatihan pelatih resmi dari pusat belum tersedia, sehingga pembinaan dilakukan secara mandiri melalui komunitas dan tokoh-tokoh yang lebih dulu mengenal olahraga ini.
“Kami sudah beberapa kali menanyakan, tapi sampai hari ini belum ada. Jika nanti dibuka, tentu kami akan ikut,” tambah Bambang.
Meski perangkat pertandingan seperti wasit dan pelatih belum memiliki pelatihan nasional, Pergatsi Kukar tetap menyiapkan sejumlah nama yang diarahkan menjadi pelatih jangka panjang.
Tujuannya agar roda pembinaan tidak berhenti dan Gateball Kukar dapat berkembang lebih profesional ke depan.
Bagi sebagian warga, Gateball mungkin terdengar asing. Namun olahraga ini sebenarnya merupakan permainan taktis yang menggabungkan ketepatan, strategi, dan ketenangan.
Gateball dimainkan oleh dua tim, masing-masing beranggotakan lima pemain. Tim merah menggunakan bola bernomor ganjil, sementara tim putih memainkan bola bernomor genap.
Menggunakan stik seperti croquet, pemain ditantang untuk mengarahkan bola melewati tiga gawang (gate) dan menuju goal-pole.
Meski terlihat santai, permainan ini membutuhkan konsentrasi tinggi, kemampuan membaca strategi lawan, serta kerja sama tim yang solid.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menyampaikan apresiasi atas keberanian dan semangat Pergatsi Kukar membawa olahraga baru ini ke PORPROV.
Menurutnya, Gateball punya potensi berkembang karena mudah dimainkan, ramah segala usia, dan sangat cocok menjadi olahraga komunitas di lingkungan perumahan maupun desa.
“Gateball adalah olahraga yang relatif baru dan belum banyak diketahui. Kami akan mensosialisasikannya secepatnya agar masyarakat semakin mengenal dan meminatinya,” ujarnya.
Keikutsertaan perdana Gateball Kukar di PORPROV bukan sekadar mencoba peruntungan. Ini adalah langkah awal membangun sejarah.
Dengan dukungan Dispora, semangat pengurus, dan antusiasme atlet, Gateball Kukar berharap dapat membawa pulang medali dan membuka babak baru pembinaan olahraga modern di Kutai Kartanegara.
Dari lapangan kecil yang dipenuhi bola merah dan putih, sebuah mimpi besar sedang dirintis: menjadikan Gateball sebagai olahraga komunitas sekaligus ajang prestasi bagi anak-anak Kukar di masa depan. (ADV)





