Industri Kopi Melejit, Klinik WPM Dispora Kukar Hadir Kawal Pemuda Jadi Pengusaha

Sabtu, 22 November 2025 05:43 WITA

KURAWAL.ID,TENGGARONG — Pesatnya perkembangan industri kopi di Kutai Kartanegara (Kukar) tak hanya melahirkan banyak kedai baru, tetapi juga membuka ruang besar bagi generasi muda untuk terjun ke dunia wirausaha.

Melihat peluang tersebut, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar melalui Klinik Wira Usaha Pemuda Mandiri (WPM) hadir sebagai pendamping utama bagi para pelaku usaha muda agar tidak berjalan sendiri dalam membangun bisnisnya.

Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Kukar, Derry Wardana, mengatakan bahwa Klinik WPM dirancang sebagai ruang pembinaan terpadu bagi pemuda, terutama mereka yang sedang merintis usaha di sektor kopi—mulai dari roasting, kedai kopi, hingga produk olahan berbasis kopi.

“Kami ingin para pemuda pelaku usaha di Kukar, termasuk yang bergerak di bidang kopi, tidak berjalan sendiri. Klinik WPM hadir sebagai tempat mereka belajar, berdiskusi, dan mengembangkan usaha dengan pendampingan yang terarah,” ujar Derry.

Tidak seperti program bantuan biasa, Klinik WPM menekankan proses identifikasi kebutuhan usaha sebagai tahap awal.

Melalui dialog intensif, tim pendamping menilai apa saja yang benar-benar dibutuhkan pelaku usaha sesuai skala dan tujuan bisnis mereka.
Pendekatan ini memungkinkan Dispora memberikan bantuan yang tepat sasaran.

Misalnya, pelaku usaha kopi yang membutuhkan alat roasting, grinder profesional, atau mesin espresso, akan difasilitasi sesuai kebutuhan dan kapasitas produksinya.

“Tidak semua pelaku usaha membutuhkan hal yang sama. Kami berdiskusi langsung dengan mereka untuk memahami kebutuhannya secara spesifik,” jelas Derry.

Meski sektor kopi menjadi magnet terbesar kalangan muda, Klinik WPM juga merangkul berbagai bidang usaha lain seperti kuliner, fesyen, hingga produk kerajinan tangan.

Setiap peserta didorong memiliki rencana bisnis yang jelas, sehingga mampu bertahan dan berkembang dalam persaingan yang semakin dinamis.

“Pendekatan kami berbasis kebutuhan. Tujuannya agar bantuan yang diberikan benar-benar memberi manfaat dan meningkatkan kapasitas usaha peserta,” tambahnya.

Program ini tidak berhenti pada pelatihan. Klinik WPM menerapkan pendampingan jangka panjang selama dua tahun, memastikan para pelaku usaha benar-benar berkembang dari tahap perintisan hingga usaha berjalan stabil.

Setiap peserta dipantau progresnya, termasuk pengembangan produk, pemasaran, pencatatan keuangan, hingga ekspansi usaha.

Pendampingan dilakukan secara bertahap agar hasilnya berdampak nyata.

“Kami ingin memastikan bahwa setelah keluar dari Klinik WPM, mereka sudah siap bersaing dan mandiri. Bukan hanya menerima bantuan, tapi tumbuh menjadi pelaku usaha yang tangguh,” tegas Derry.

Dispora Kukar melihat Klinik WPM sebagai bagian dari strategi besar mencetak generasi pengusaha muda yang inovatif dan berdaya saing.

Dengan semakin berkembangnya industri kopi lokal dan meningkatnya minat anak muda terhadap usaha kreatif, Kukar berpotensi menjadi pusat ekonomi kreatif yang kuat.

Melalui program ini, Dispora berharap semakin banyak pemuda berani mewujudkan ide bisnisnya, mengembangkan produk khas daerah, dan menjadikan industri kopi serta usaha kreatif lainnya sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

Dengan dukungan yang tepat, pemuda Kukar tidak hanya menjadi bagian dari tren industri kopi, tetapi menjadi pemain utama yang menggerakkan potensi ekonomi daerah menuju masa depan yang lebih inovatif dan mandiri. (ADV)

Bagikan:
Berita Terkait