Dispora Kukar Fokus Pembinaan Olahraga Rakyat Meski Anggaran Terbatas

Rabu, 19 November 2025 04:54 WITA

KURAWAL.ID,TENGGARONG – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya untuk tetap memperkuat pembinaan olahraga tradisional meski di tengah keterbatasan anggaran.

Upaya ini menjadi bagian penting dari visi Kukar Idaman Terbaik yang mendorong pelestarian budaya sekaligus pembudayaan olahraga di masyarakat.

Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, Aji Muhammad Ari Junaidi, mengatakan bahwa pembinaan olahraga tradisional terus dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program.

Fokusnya adalah memastikan olahraga rakyat tetap diminati, terutama oleh generasi muda yang menjadi penerus pelestarian budaya daerah.

“Untuk penunjang kegiatan di event Erau 2026, kami masih terus melakukan pembinaan. Kami juga menjalin kerja sama dengan induk organisasi olahraga masyarakat, yaitu Kormi. Selain itu, kami turut memberikan sarana olahraga ke sekolah-sekolah yang memiliki minat tinggi terhadap olahraga tradisional,” jelas Ari.

Ari mengakui bahwa minat masyarakat terhadap olahraga tradisional masih sangat besar. Berbagai permainan rakyat terus diminati dan dimainkan secara turun-temurun di berbagai kecamatan. Namun, pihaknya kini menghadapi tantangan serius terkait pendanaan.

Menurut Ari, adanya penyesuaian atau rasionalisasi anggaran dari pemerintah pusat berdampak langsung pada alokasi APBD daerah, termasuk untuk kegiatan pembudayaan olahraga.

“Masyarakat tentu berharap kegiatan ini terus berjalan karena olahraga tradisional itu hidup di tengah rakyat dan sudah menjadi budaya turun-temurun. Tapi sebagai fasilitator, kami juga harus menyesuaikan dengan kondisi anggaran. Saat ini memang ada pengurangan dana dari pusat,” ungkapnya.

Meski begitu, Dispora Kukar memastikan bahwa pembinaan tidak akan berhenti. Berbagai langkah alternatif terus disiapkan, mulai dari efisiensi pelaksanaan kegiatan, penguatan kolaborasi dengan organisasi masyarakat, hingga mendorong sekolah dan komunitas olahraga untuk terlibat lebih aktif.

“Harapan kami, pembinaan olahraga tradisional tetap bisa berjalan walaupun dalam kondisi anggaran yang tidak ideal. Ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga soal menjaga identitas budaya masyarakat Kukar,” tambah Ari.

Dispora Kukar menilai bahwa olahraga tradisional tidak hanya memiliki nilai kompetisi, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter, penguatan kebersamaan, dan pelestarian budaya lokal.

Karena itu, pembinaannya menjadi prioritas untuk memastikan generasi muda tetap mengenal dan mencintai warisan leluhur.

Dengan komitmen pembinaan yang terus digelorakan, Dispora Kukar berharap olahraga tradisional di Kutai Kartanegara dapat tetap berkembang, eksis, dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran. (ADV)

Bagikan:
Berita Terkait