KURAWAL.ID,TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat dukungan terhadap generasi muda agar mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.
Melalui berbagai program pembinaan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar kini memprioritaskan peningkatan kapasitas pemuda kreatif, terutama dalam aspek bahasa asing dan keterampilan komunikasi publik.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menegaskan bahwa pemuda berprestasi yang telah menunjukkan potensi di tingkat kabupaten harus didorong untuk melangkah lebih jauh.
Fasilitasi serta pembinaan berkelanjutan menjadi kunci agar mereka mampu bersaing di panggung yang lebih besar.
“Pemuda yang sudah menunjukkan kemampuan di tingkat kabupaten akan terus kami dorong maju ke provinsi, bahkan nasional. Mereka adalah aset berharga yang perlu mendapat dukungan penuh,” ujar Ali.
Merespons kebutuhan era kompetitif, Dispora Kukar mengarahkan pembinaan pada penguatan kemampuan bahasa Inggris, komunikasi publik, serta soft skill yang berkaitan dengan kepemimpinan.
Ali menyebut bahwa penguasaan bahasa asing merupakan pintu awal untuk membuka kesempatan karier maupun partisipasi di forum kepemudaan yang lebih luas.
“Kami siapkan pelatihan bahasa Inggris bekerja sama dengan lembaga kursus, supaya mereka siap bersaing di level yang lebih luas,” jelasnya.
Di samping bahasa asing, Dispora Kukar juga menyiapkan pelatihan public speaking, manajemen diri, teknik presentasi, hingga penguatan kepribadian.
Tujuannya agar pemuda bukan hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga percaya diri saat tampil sebagai perwakilan daerah dalam berbagai event, diskusi, maupun seminar nasional.
“Kami ingin mereka bukan hanya berprestasi, tapi juga mampu menginspirasi. Suatu saat mereka bisa tampil sebagai narasumber atau motivator bagi pemuda lainnya,” tambah Ali.
Dispora Kukar menilai bahwa keberhasilan seorang pemuda harus mampu menciptakan efek berantai. Ketika satu pemuda berhasil bersinar, maka semangat itu bisa menular kepada yang lain.
Karena itu, pembinaan ini tidak hanya berhenti pada pencapaian individu, tetapi juga membangun ekosistem generasi muda yang saling menguatkan.
Menariknya, dukungan pemerintah tidak akan berhenti meski para pemuda telah melewati batas usia formal kepemudaan.
Mereka tetap diberi ruang untuk terlibat dalam kegiatan daerah, baik sebagai mentor, pelatih, maupun penggerak komunitas.
“Ketika seorang pemuda bisa menjadi contoh dan berbagi pengalaman suksesnya, itu akan memicu semangat bagi yang lain. Kalau satu bisa berhasil, maka yang lain pun pasti bisa,” ujar Ali.
Dengan program yang lebih terarah dan berbasis kebutuhan, Dispora Kukar optimistis mampu melahirkan generasi muda yang bukan hanya kreatif dan kompetitif, tetapi juga memiliki karakter kuat, kemampuan komunikasi yang baik, dan daya saing tinggi.
Pembinaan pemuda kreatif ini menjadi bagian dari visi besar pemerintah daerah dalam mencetak SDM unggul, mandiri, serta siap menghadapi tantangan global.
Melalui penguatan skill bahasa dan public speaking, Kukar berharap semakin banyak pemuda yang tampil di panggung nasional, membawa nama daerah sekaligus menginspirasi generasi berikutnya. (ADV)





