KURAWAL.ID,TENGGARONG – Transformasi digital di sektor olahraga dan kepemudaan kembali dipacu oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar).
Salah satu langkah strategis yang kini dikebut adalah pembenahan basis data atlet melalui aplikasi Satu Data 1Daman, sebuah sistem pendataan terpadu yang dirancang untuk menghimpun seluruh informasi olahraga secara lengkap dan terstruktur.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menyebut aplikasi ini sebagai terobosan penting untuk menghadirkan layanan informasi cepat, mudah, dan akurat di bidang olahraga.
Menurutnya, data yang selama ini tersebar di berbagai cabang olahraga dan organisasi perlu
dipusatkan agar kebijakan pembinaan bisa lebih tepat sasaran.
“Kita ingin data olahraga di Kukar bisa diakses dengan cepat, mudah, dan akurat,” ujar Aji Ali Husni, Selasa (11/11/2025).
Melalui aplikasi 1Daman, Dispora Kukar menargetkan terciptanya single source of truth—satu sumber data resmi yang memuat informasi lengkap mulai dari data atlet, cabang olahraga, riwayat prestasi, klub atau pengurus kecabangan, hingga peta potensi olahraga berdasarkan wilayah.
Semua itu akan terintegrasi dalam satu platform digital yang dapat diakses publik melalui laman https://1daman.kukarkab.com/.
Aji menyebut sistem ini menjadi fondasi penting dalam transformasi digital olahraga daerah. Dengan data yang tersentral, proses perencanaan pembinaan, evaluasi program, hingga penyusunan anggaran dapat dilakukan lebih efisien dan objektif.
“Dari data inilah nanti kami bisa menentukan arah pembinaan ke depan,” tegasnya.
Pengumpulan dan verifikasi data dilakukan secara bertahap dengan melibatkan seluruh cabang olahraga, klub, dan pihak terkait lainnya. Dispora Kukar menekankan pentingnya partisipasi aktif dari pengurus kecabangan agar proses integrasi berjalan cepat dan lengkap.
“Target kami, aplikasi ini bisa terisi lengkap dalam waktu dekat. Untuk sekarang sudah bisa diakses melalui website,” jelas Aji.
Pendataan mencakup berbagai aspek seperti jumlah atlet aktif, jenjang usia, kategori prestasi, tingkat kompetisi, hingga kebutuhan pembinaan masing-masing cabang olahraga.
Dengan struktur data yang lebih rapi, Dispora dapat memetakan kekuatan dan kelemahan tiap cabor secara lebih komprehensif.
Aji Ali menegaskan bahwa keberadaan data tunggal menjadi kunci untuk memantau efektivitas pembinaan olahraga secara berkelanjutan. Evaluasi tahunan yang dilakukan Dispora nantinya akan berbasis data terukur, bukan hanya laporan manual dari cabor.
“Kalau capaian menurun, artinya strategi harus diperbaiki,” ujarnya.
Dengan basis data digital, rencana pembinaan dapat dirancang lebih presisi—mulai dari regenerasi atlet, pemetaan potensi wilayah, hingga penyusunan event yang sesuai kebutuhan pembinaan jangka panjang.
Selain untuk kepentingan internal Dispora, aplikasi 1Daman juga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh stakeholder lain seperti sekolah, perusahaan, hingga lembaga pendidikan.
Mereka dapat mengakses informasi atlet, prestasi, dan kegiatan olahraga untuk kebutuhan sponsorship, pembentukan klub, hingga kerjasama pembinaan.
“Data yang baik akan jadi dasar keputusan yang baik pula,” tegas Aji.
Menurutnya, 1Daman adalah langkah awal menuju sistem informasi olahraga yang transparan, terbuka, dan terukur. Dengan digitalisasi ini, Dispora Kukar menargetkan peningkatan kualitas layanan sekaligus memperkuat ekosistem pembinaan olahraga di daerah. (ADV)





