Dispora Kukar Gencarkan Pembinaan Olahraga Tradisional di Sekolah dan Komunitas

Selasa, 18 November 2025 04:36 WITA

KURAWAL.ID,TENGGARONG – Upaya menjaga warisan budaya melalui olahraga tradisional semakin diperkuat oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Melihat mulai tumbuhnya antusiasme generasi muda terhadap permainan rakyat, Dispora Kukar menegaskan komitmennya untuk memperluas pembinaan dan memperkuat fasilitas penunjang, baik di sekolah maupun kelompok masyarakat.

Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, Aji Ari Muhammad Junaidi, menuturkan bahwa olahraga tradisional memiliki peran penting dalam membangun karakter, memperkuat nilai kebersamaan, serta menjaga identitas budaya di tengah pesatnya arus modernisasi.

Karena itu, Dispora menjadikan pembinaan olahraga tradisional sebagai agenda prioritas dalam pengembangan olahraga masyarakat.

“Pemerintah daerah menjadi mitra dalam membudayakan olahraga masyarakat, termasuk olahraga tradisional. Hal ini harus dimulai sejak usia dini, salah satunya melalui kegiatan di sekolah-sekolah,” jelas Ari.

Dispora Kukar membuka ruang bagi sekolah-sekolah yang ingin menghidupkan kembali olahraga tradisional dengan mengajukan proposal bantuan.

Sejauh ini, beberapa sekolah sudah menerima fasilitas seperti permainan bakiak (kelom panjang) dan gasing, yang diberikan untuk memperkenalkan permainan tradisional kepada peserta didik secara lebih terstruktur.

Namun Ari menegaskan bahwa tidak semua sekolah dapat langsung difasilitasi dalam waktu yang sama karena keterbatasan anggaran.

“Kami tidak bisa memberikan semua fasilitas ke setiap sekolah karena keterbatasan anggaran, namun bagi sekolah yang proaktif mengajukan proposal, tentu akan kami fasilitasi sesuai kemampuan,” ujarnya.

Selain pembinaan berbasis sekolah, dukungan Dispora juga mengalir kepada para pegiat olahraga tradisional yang aktif mengikuti kompetisi tingkat regional maupun nasional.

Meski demikian, terjadi penyesuaian jumlah peserta yang diberangkatkan karena kebijakan efisiensi perjalanan dinas.

“Misalnya pada Pekan Olahraga Nasional (Pornas) KORMI di NTB lalu, dari sebelumnya 77 orang, kami hanya bisa memberangkatkan sekitar 30 orang. Ini bagian dari kebijakan efisiensi sesuai amanat Presiden,” terang Ari.

Ia menambahkan bahwa pembinaan olahraga tradisional di Kukar bernaung di bawah Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI).

Dispora Kukar berperan sebagai fasilitator yang menjembatani kebutuhan sarana, koordinasi, dan pembinaan agar kegiatan dapat berjalan optimal.

“Data para pegiat olahraga tradisional ada di KORMI sebagai induk organisasi. Kami di Dispora berperan mendukung dan memfasilitasi kegiatan mereka agar terus berkembang,” ujarnya.

Ari berharap kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dapat memperkuat ekosistem olahraga tradisional di Kukar, sehingga warisan leluhur tidak hanya dikenal, tetapi benar-benar dipraktikkan oleh generasi muda.

Ia juga menekankan pentingnya peran media dalam menyampaikan bahwa pemerintah daerah siap mendukung kegiatan olahraga tradisional sesuai peruntukan dan kemampuan anggaran.

Dengan langkah-langkah ini, Dispora Kukar meletakkan fondasi kuat agar olahraga tradisional tetap lestari dan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda Kukar di masa mendatang. (ADV)

Bagikan:
Berita Terkait