KURAWAL.ID,TENGGARONG — Tak banyak yang menyangka, kebiasaan Jemmy yang dulu hobi berkelahi dan kerap membuat masalah justru menjadi titik balik yang mengubah seluruh hidupnya.
Pemuda 18 tahun asal Tenggarong itu kini berdiri gagah di podium tertinggi, membawa pulang medali emas dari ajang bergengsi Byon Tryout 2025 untuk kategori Kickstriking 55 kg di Jakarta Timur.
Prestasi itu ia raih pada 4–5 Oktober 2025 lalu—sebuah bukti bahwa masa lalu kelam bisa berubah menjadi cerita kemenangan ketika diarahkan dengan benar.
Jemmy mengenang awal mula dirinya masuk dunia bela diri. Bukan karena cita-cita besar, tapi karena sebuah nasihat sederhana dari sang ayah yang sudah kehabisan cara menghadapi kenakalan putranya.
“Dulu saya suka sekali berkelahi. Ayah saya bilang, lebih baik ikut bela diri saja. Salurkan pukulanmu di olahraga, daripada memukul anak orang,” ungkapnya sambil tersenyum.
Dari kelas 6 SD, Jemmy mulai mencoba berbagai cabang bela diri—kickboxing, muaythai, wushu, savate, hingga sambo.
Mentalnya terasah, keberaniannya terarah, dan sikapnya pelan-pelan berubah. Namun perjalanan menuju prestasi tidak pernah mulus.
“Latihan itu berat banget. Saya bisa latihan tiga kali sehari sampai pernah nangis. Tapi saya pikir, kalau menyerah buat apa saya mulai. Jadi saya bangkit lagi, ingat tujuan awal,” tuturnya.
Tahun 2025 menjadi puncak pembuktian. Selain emas Byon Tryout, Jemmy juga turun di seleksi PON Bela Diri.
Meski sempat terhenti karena persoalan berat badan, ia tetap melaju dengan rentetan prestasi sebelumnya—dua emas Haornas Kickboxing 2021 & 2022, emas Kejurnas Savate 2023, dan perak Kejurda 2023.
Meski banyak sosok yang berperan, motivasi terkuat tetap datang dari dirinya sendiri. “Kalau orang paling berjasa itu pelatih dan senior. Tapi kalau motivasi, itu dari saya sendiri. Saya semangat buat diri saya, bukan karena orang lain,” katanya.
Mimpi Jemmy kini melampaui batas daerah. Ia ingin menembus event internasional, membawa nama Kukar dan Kaltim ke pentas dunia. Setiap tetes keringat di matras ia yakini sebagai jalan menuju cita-cita itu.
“Bangga boleh, puas jangan. Latihan terus, jangan malas. Di depan ada tujuan yang harus dicapai,” tegasnya.
Untuk anak muda Kukar yang ingin menekuni bela diri, Jemmy berpesan “Tetap semangat, jangan malas latihan. Ingat tujuanmu mulai dari mana. Jangan setengah-setengah,” ujarnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian Jemmy yang dinilai menjadi inspirasi bagi pemuda Kukar.
“Prestasi Jemmy membuktikan bahwa anak-anak Kukar memiliki potensi besar, bahkan bisa bersaing di level nasional. Kami bangga dan berharap ke depan semakin banyak atlet muda yang mengikuti jejaknya,” ujar Aji.
Ia juga menegaskan bahwa Dispora akan terus mendukung perkembangan olahraga bela diri dan pembinaan atlet muda di Kukar.
“Setiap prestasi seperti ini adalah buah dari latihan, disiplin, dan dukungan semua pihak. Kami dari Dispora siap memberikan ruang agar makin banyak atlet berbakat lahir dari Kukar,” pungkasnya. (ADV)





