FRASA.ID,TENGGARONG — Dispora Kukar kini menjadi penyokong utama pembinaan atlet di tengah krisis anggaran yang dialami KONI Kutai Kartanegara (Kukar).
Minimnya anggaran yang diterima KONI dalam APBD Perubahan 2025 membuat seluruh kebutuhan kegiatan cabor hingga Pra Porprov harus diambil alih oleh Dispora agar aktivitas kompetisi tetap berjalan.
Sekretaris Dispora Kukar, Syafliansyah, menegaskan bahwa sejak APBD Perubahan ditetapkan, pendanaan yang diberikan untuk KONI hanya berupa biaya operasional. Seluruh pembiayaan pembinaan dan keikutsertaan atlet diarahkan melalui Dispora.
“Memang sejak tahun ini KONI hanya mendapat biaya operasional saja, untuk pembiayaan kegiatan cabor ataupun pembinaan saat ini melalui Dispora,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh kebutuhan atlet untuk mengikuti Pra Porprov sepenuhnya telah ditanggung oleh Dispora.
“Ajang seperti Pra Pekan Olahraga Provinsi (Pra Porprov) yang diikuti atlet-atlet Kukar saat ini dibiayai dan difasilitasi oleh Dispora karena anggaran KONI memang tidak ada,” sambungnya.
Meski ada efisiensi, terutama pada jumlah atlet yang dapat diberangkatkan, Syafliansyah memastikan bahwa kegiatan olahraga tetap berjalan.
“Misalnya ada event POPDA kami akan fasilitasi, hanya saja yang biasanya 20 atlet diberangkatkan, sekarang mungkin hanya 10 orang, tapi kami tetap usahakan kegiatan tetap berjalan,” jelasnya.
Terkait Porprov 2026 di Paser, ia menegaskan bahwa pembiayaan juga akan dialokasikan melalui Dispora.
“Dengan keterbatasan anggaran ini, kita harus tetap semangat. Misalnya seperti BK Porprov kemarin dari cabor angkat berat di Samarinda juga tetap kami fasilitasi sesuai anggaran yang ada,” tambahnya.
Ia berharap semangat atlet tetap terjaga.
“Kami berharap, prestasi Kukar nanti harus meningkat, bukan turun. Hal ini pastinya jadi pemacu semangat semua pihak, bukan hanya di Kukar tapi juga di kabupaten kota lain mengalami hal yang sama,” paparnya.
Di sisi lain, KONI Kukar menghadapi persoalan serius setelah usulan anggaran Rp 53 miliar yang diajukan dalam APBD Perubahan 2025 hanya disetujui sekitar Rp 170 juta.
Anggaran yang sangat kecil ini membuat program pembinaan atlet tidak dapat dijalankan dari internal KONI.
Terkait penggunaan dana tersebut, Bendahara KONI Kukar, Nur Khalid, mengakui belum ada keputusan final.
“Raker dan Rakor di tingkat provinsi baru dilakukan beberapa minggu lalu, jadi belum sempat dibahas secara menyeluruh. Yang jelas, sebagian besar kegiatan atlet kemarin memang difasilitasi lewat anggaran Dispora,” terangnya.
Nur Khalid menilai bahwa persiapan Porprov 2026 akan menjadi tantangan besar bagi KONI Kukar jika tidak mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.
“Kami berharap, ada dukungan penuh dari Pemkab Kukar, supaya persiapan Porprov bisa maksimal. Untuk sekarang, kami belum tahu apakah nanti anggarannya kembali lewat Dispora atau melalui KONI langsung, karena itu melalui anggaran tahun 2026,” ungkapnya. (ADV)





