Semangat Pemain Muda Kukar Membara di Seleksi Futsal Afkab 2025

Rabu, 5 November 2025 12:24 WITA

KURAWAL.ID,TENGGARONG — Seleksi Tim Futsal Afkab Kukar tahun ini tidak hanya memanas karena jumlah peserta yang mencapai 289 orang, tetapi juga karena gelora semangat pemain muda dari berbagai kecamatan yang ingin mengharumkan nama Kutai Kartanegara.

Arena GOR Aji Imbut berubah menjadi panggung unjuk kemampuan, impian, dan tekad untuk merebut satu dari 15 slot yang tersedia menuju Pra Porprov 2025.

Sejak pagi, puluhan kendaraan berjajar di pelataran GOR. Para peserta membawa tas, sepatu futsal, botol minum, hingga jimat kecil yang mereka yakini memberi keberuntungan.

Wajah-wajah tegang berubah ceria ketika memasuki lapangan—sebuah ruang di mana mimpi dan kerja keras diuji secara nyata.

Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Muhammad Raditya Dhika, pemain muda dari Kecamatan Tenggarong.

Raditya datang lebih awal, melakukan pemanasan mandiri, dan fokus pada gestur-gerakan dasar sebelum seleksi dimulai.

“Saya latihan sendiri di rumah, karena memang hobi futsal, kadang juga sparing dengan teman untuk menambah skill saya. Ya harapan saya semoga bisa terpilih dan bisa membela nama Kukar di event-event nantinya,” ungkapnya.

Raditya bercerita bahwa ia sudah melakukan persiapan intensif beberapa minggu terakhir. Ia melatih kecepatan, dribbling, hingga endurance secara mandiri. Bahkan, ia mengurangi aktivitas nongkrong dan gim demi memberi ruang lebih besar untuk latihan.

“Kalau sudah punya target, harus all out,” katanya sambil tersenyum.

Ia mengaku termotivasi melihat ratusan peserta lain yang datang dengan semangat yang sama. Baginya, persaingan ketat justru menjadi pelecut untuk tampil lebih baik.

“Saya malah senang lihat ramai begini. Artinya futsal Kukar maju,” ucapnya.

Di sisi lain lapangan, para peserta lain terlihat serius mempersiapkan diri. Ada yang melakukan sprint pendek, ada pula yang berlatih passing dengan teman satu kecamatan.

Suasana seleksi berubah layaknya mini-turnamen dengan sorakan kecil dari pemain yang menunggu giliran.

Para pelatih Afkab menilai pemain berdasarkan kontrol bola, passing, kemampuan duel, kecerdasan bermain, hingga transisi bertahan-menyerang. Setiap gerakan diamati dengan cermat karena hanya 15 pemain terbaik yang akan dipilih.

Tensi kompetisi semakin tinggi seiring jalannya sesi permainan. Namun semangat para pemain tidak mereda—justru meningkat setiap menitnya.

Beberapa orang tua terlihat duduk di tribun, memegang ponsel untuk mengabadikan momen atau memberikan dukungan moral dari kejauhan.

Tidak sedikit pelatih lokal yang menemani anak didiknya, memberikan arahan ringan, atau sekadar menjadi penyemangat tambahan agar anak asuhnya tampil maksimal.

Tingginya semangat para pemain muda turut mendapat apresiasi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar.

Sekretaris Dispora Kukar, Syafliansyah, menegaskan bahwa regenerasi futsal di Kukar sudah berada di jalur yang sangat positif.

“Semangat peserta luar biasa. Kami melihat ada antusias yang besar dari pemain-pemain muda ini. Ini menunjukkan bahwa futsal di Kukar berkembang pesat dan punya masa depan cerah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Dispora akan terus mendukung proses pembinaan, terlebih menjelang Pra Porprov 2025.

“Anak-anak ini butuh ruang dan dukungan. Dispora tentu akan terus memfasilitasi agar mereka bisa berkembang, baik dari sisi latihan maupun persiapan kompetisi,” tambahnya.

Menurutnya, atmosfer kompetitif dan semangat pemain muda merupakan fondasi penting untuk membangun tim futsal Kukar yang tangguh.

“Hal seperti ini harus dijaga. Dengan semangat seperti ini, saya optimistis Kukar bisa bersaing dan berprestasi lebih baik di ajang-ajang resmi,” tutupnya. (ADV)

Bagikan:
Berita Terkait