Desa Buluq Sen Dorong Generasi Muda Raih Sarjana, Gandeng Swasta untuk Beasiswa

Jumat, 29 Agustus 2025 09:40 WITA

Kurawal.id, Tenggarong– Desa Buluq Sen, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menunjukkan keseriusan membangun kualitas sumber daya manusia (SDM).

Pemerintah desa (Pemdes) menggandeng PT Bayan Group melalui program beasiswa pendidikan tinggi, demi membuka jalan lebih luas bagi anak-anak desa melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Kepala Desa Buluq Sen, Jatung, menyebut kolaborasi ini sudah berjalan dan hasilnya mulai terasa. Sejumlah mahasiswa dari desa mereka kini menikmati bantuan biaya kuliah dari perusahaan.

“Sejauh ini, kolaborasi kita dengan perusahaan terkait CSR, khususnya di Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan (RIPPM), sudah berjalan. Sinergi kita luar biasa,” ucap Jatung, Jumat (29/8/2025).

Pada awalnya, lanjut Jatung, mekanisme beasiswa sempat menimbulkan perdebatan. Perusahaan hanya memprioritaskan mahasiswa perguruan tinggi negeri, sementara yang kuliah di kampus swasta belum diakomodasi.

Alasannya, mahasiswa swasta dianggap berasal dari keluarga yang mampu.
Namun, pandangan tersebut berhasil ia luruskan.

Menurutnya, realitas di lapangan justru berbeda. Sebagian besar anak desa harus bekerja sambil sekolah saat SMA, sehingga nilai akademik mereka menurun dan sulit masuk perguruan tinggi negeri.

Karena itu, pilihan yang lebih terbuka adalah melanjutkan ke perguruan tinggi swasta.

“Akhirnya, perusahaan menerima bahwa saat ini tidak ada pilih kasih, baik swasta maupun negeri. Anak-anak kita kurang lebih ada 10 orang sudah diorbitkan untuk Sarjana 1 (S1), bahkan ada yang melanjutkan di Pulau Jawa,” jelasnya.

Ke depan, Pemdes Buluq Sen menargetkan beasiswa tidak hanya berhenti di jenjang S1, tetapi juga bisa diperluas hingga program pascasarjana.

Langkah ini dipandang penting, terutama dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang membuka tantangan dan peluang baru bagi generasi muda Tabang.

“Saya targetkan dalam program saya supaya S2 juga harus diperhatikan untuk mendapatkan beasiswa, mengingat Ibu Kota Nusantara sudah ada di depan kita,” imbuhnya.

Menariknya, Jatung menegaskan penerima beasiswa tidak diwajibkan untuk kembali bekerja di desa setelah lulus. Ia memberikan kebebasan penuh bagi para mahasiswa untuk menentukan jalan karier mereka sendiri.

“Saya tidak pernah men-justice mereka harus kembali ke desa, tidak. Dimanapun ingin berkarir atau berusaha, silakan,” pungkasnya.

Melalui langkah ini, Buluq Sen berharap lahir generasi muda yang lebih berpendidikan dan siap menghadapi perubahan besar, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa desa mampu melahirkan putra-putri unggul dengan dukungan sinergi pemerintah dan perusahaan. (*)

Bagikan:
Berita Terkait